Ayub 1:1 – 2:10 | Kunci Penderitaan Sukses

Kunci Penderitaan Sukses
Ayub 1:1 – 2:10

Apa artinya sukses buat Anda? – kata sebuah iklan --- (masih ingat iklan itu?) sukses itu punya rumah mewah .. sukses itu ... tapi buat gue sukses itu bisa jalan keliling kota naik vespa tua gue ... (kira-kira iklannya seperti itu).

Banyak orang yang sudah mendefinisikan apa itu artinya kesuksesan dalam hidup mereka. Hari ini, yang mau kita renungkan adalah hal yang sebaliknya. Bila ada seorang yang bertanya ‘Apa arti penderitaan buat Anda?’ – kira-kira apa yang akan menjadi jawaban bapak / ibu / sdr/i ?

Penderitaan itu ...
Kahlil Gibran dalam bukunya ‘Sang Nabi’ mengutarakan pendapatnya tentang apa itu penderitaan: begini katanya ...

Penderitaanmu adalah robeknya kulit yang menutupi kesadaranmu. Sebagaimana biji buah mesti pecah, agar intinya bisa tegak di bawah matahari, demikian pula kau mesti mengenali penderitaan. Dan kalau saja kau menerima hatimu di dalam ketakjuban terhadap keajaiban sehari-harimu, deritamu rasanya tak kurang menkjubkan dibanding kerianganmu; Dan kau akan menerima pergantian musim di hatimu, sebagaimana kau telah menerima perubahan musim yang melintas di ladang-ladangmu. Dan kau ingin menyaksikan dengan tenang melalui musim dingin kesedihanmu. Banyak di antara penderitaanmu adalah pilihanmu sendiri. Itulah obat pahit, yang dengannya, dokter di dalam dirimu menyembuhkan dirimu yang sakit. Maka percayailah dokter itu, dan minumlah obatnya dalam kesucian dan kesentosaan; Sebab tangannya, walau berat dan keras, dibimbing oleh tangan lembut Yang Tiada Nampak. Dari cawan yang ia bawa, walau membakar bibirmu, telah diciptakan dari tanah liat yang Tukang Tembikar telah membasahkan dengan air mata-Nya nan suci.
Bagi banyak orang, penderitaan lebih sering dimaknai sebagai sesuatu yang harus dihindari sebisa mungkin karena penderitaan itu menyakitkan, mendukakan hati, melelahkan pikiran dll. Lebih jauh lagi, dahulu, di zaman Ayub dalam pembacaan Alkitab kita hari ini penderitaan itu seringkali dianggap karena sesorang telah melakukan dosa terhadap Tuhan. Bagi mereka, penderitaan itu artinya orang yang melawan Allah.

Kisah Ayub diawali dengan cerita tentang betapa salehnya hidup keseharian Ayub (1:1-5), dan karena kesalehan Ayub itulah Allah bangga sekali terhadap Ayub (1:8, 2:3). Namun, lain pikiran Allah, lain pula pikiran ‘si jahat’: ‘ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah semua yang dipunyainya ... jamahlah tulang dan dagingnya ... ia pasti mengutuki Engkau!’ (1:11, 2:5).

Jika ada kalimat ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ maka kisah hidup Ayub yang kita lihat bersama ini lebih panjang lagi .. ‘sudah jatuh tertimpa tangga, di atas tangga ada orangnya, orangnya kabur, tangga kelindes motor, motor kabur dan akhirnya semua orang pada kabur karena mau nolong juga takut nanti di sangka yang nabrak lagi ...’ Perasaan sendirian, menderita, tak punya teman ... rasanya hal itu bisa menjadi pilihan sikap Ayub waktu itu.

Apalagi istrinya sendiri pun berkata-kata menyakitkan hati: ‘Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!’ Apa yang dipikirkan oleh istri Ayub adalah sesuatu yang sepertinya logis / masuk akal bukan? “Allah itu tugasnya kasih kita yang baik-baik, kalau Dia jahat sama kita, ngapain kita tetep baik sama Dia” Akan tetapi, dalam teks kita di simpulkan 2 kali bahwa: “Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa terhadap Allah” (1:22, 2:10)

Baik Ayub maupun Kahlil Gibran dalam renungan kita hari ini, mereka nampaknya telah menemukan kunci penderitaan yang sukses!

Kita semua pasti pernah mengalami atau sedang berada di dalam sebuah penderitaan. Pertanyaan besar bagi kita: apakah penderitaan kita itu adalah penderitaan yang sukses atau justru penderitaan yang gagal.

Satu penderitaan bisa dikatakan sukses atau gagal berkaitan erat dengan apa yang ditemukan oleh seseorang dibalik penderitaannya itu. Apakah seseorang akan menemukan ‘harta’ dibalik ‘celaka’ atau ‘neraka dibalik celaka’.

Pokok Diskusi
  1. Menurut Anda, kisah hidup Ayub ini termasuk dalam ‘penderitaan yang sukses’ atau ‘penderitaan yang gagal’? Jelaskan.
  2. Sebutkan kunci sukses Ayub dalam teks kita untuk menghadapi penderitaan yang dialaminya. (jawaban: 1:21 dan 2:10)
  3. Tuliskanlah penderitaan-penderitaan macam apa yang berpotensi merusak hubungan Anda dengan Tuhan.
Previous
Next Post »