Kisah Para Rasul 5:1-11 | Bersekongkol untuk Berbuat Dosa

Bersekongkol untuk Berbuat Dosa
Kisah Para Rasul 5:1-11

I. Pembukaan

Mengapa Alkitab menceritakan kisah Ananias dan Safira sebagai bagian dalam sejarah pembentukan umat Tuhan? Bukankan terdengar sedikit seram melihat apa yang terjadi dengan akhir kisah pasangan suami-istri ini? Pasti ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Tuhan dengan ‘membiarkan’ kisah pasutri yang malang ini tetap diperdengarkan hingga sekarang.

II. Penjelasan Bahan

Bermula dari penjelasan tentang cara hidup jemaat mula-mula yang mereka dengan rela hati selalu berbagi dengan orang lain sehingga ‘tidak ada seorang pun dari mereka yang berkekurangan’ (4:34). Padahal kita ketahui bersama bahwa menjadi orang percaya yang hidup di zaman mula-mula amatlah menderita. Bukan hanya masalah ekonomi yang sulit, tapi juga biasanya mereka ‘dikejar-kejar’ oleh masyarakat yang tidak menyukai kehadiran mereka sebagai orang percaya. Dan kita mendapatkan kesimpulannya: bahwa yang membuat mereka mampu bertahan adalah sikap kebersamaan dan rela berbagi yang ditunjukkan oleh jemaat mula-mula waktu itu.

Kecuali, pasutri – Ananias dan Safira. Di saat semua orang menjual segala kepunyaan mereka dan di bawa kepada para rasul (4:35 – yang kemungkinan besar akan dibagikan kembali secara merata di antara jemaat). Namun, ternyata Ananias dan Safira memiliki pemikiran yang berbeda.

“Dengan sepengetahuan istrinya, Ananias menahan sebagian dari hasil penjualan tanah milik mereka” (ayat 2). Mengapa mereka melakukan ini? Kita hanya bisa menebak-nebak. Tapi yang jelas perilaku mereka yang ini kemudian diketahui oleh Petrus. Yang kemudian mempertanyakan perbuatan mereka dalam ayat 3-4 untuk Ananias dan ayat 8-9 untuk Safira. Kita semua tahu bagaimana akhir hidup Safira dan Ananias karena ‘persekongkolan mereka untuk mendustai Allah’.

III. Bersekongkol Untuk berbuat Dosa?

Akhir kisah Ananias dan Safira mungkin akan menjadi berbeda sama sekali bila ada salah satu diantara mereka yang mengingatkan bahwa hal itu sama dengan, “perbuatan yang mendustai Allah” – Perbuatan Dosa (seperti yang dikatakan oleh Petrus kepada Ananias). Sayangnya hal itu tidak terjadi.

Pokok Diskusi
  1. Dapatkah kita mendapatkan contoh godaan di masa kini tentang kemungkinana terjadinya suatu persekongkolan untuk berbuat dosa?
  2. Jika kita ada dalam posisi diajak untuk ikut ambil bagian dalam persekongkolan itu, apa yang harus kita lakukan?
  3. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Ananias dan Safira dalam pembacaan Alkitab kita?
Previous
Next Post »