Kolose 3:12-17

Hidup yang Memuliakan Tuhan
Kolose 3:12-17


I. Pembukaan

Alkisah, ada seorang penjual kuda yang menawarkan salah satu kuda spesialnya kepada seseorang. “Kuda ini spesial pak, dia sudah saya latih untuk jadi kuda Kristen!” ... “Kuda Kristen?” ... “Iya, dia kalo kita naikin dan mau jalan tinggal bilang ‘Puji Tuhan’ ... jalan deh dia” ... “Nah terus kalo mau berhenti gmana caranya?” .... “Oh, itu sih tinggal bilang ‘Haleluya’ dia juga ngerti kalo itu berarti dia harus berhenti”.

Karena tertarik memiliki kuda Kristen ini, orang itupun membelinya. Menuju perjalanan pulang dia dengan bangganya menaiki kuda spesial miliknya itu. Berkali-kali dia coba “Puji Tuhan – Haleluya” maka kuda itu pun menurut untuk maju dan berhenti.

Nah, ditengah perjalanan, orang ini tidak menyadari bahwa di depan sana ada sebuah jurang ... keasikan naik kuda, dia terus saja bilang Puji Tuhan yang artinya maju terus kuda. Sampai tiba-tiba .... kuda itu tepat beberapa langkah lagi masuk jurang ... “eh .. eh .. eh ... ada jurang, ada jurang .... stop ... stop .. stop ... oh iya, kodenya haleluya biar bisa berhenti ni kuda ... Haleluya!” maka berhentilah kuda itu tepat di depan jurang.

Fuih .. nyaris saja .... untung aja saya inget kodenya biar kuda ini bisa berhenti .. PUJI TUHAN!” Sang kuda pun maju dan masuk jurang bersama tuan barunya itu.

II. Penjelasan Bahan

Menurut bp/ibu ... hidup yang memuliakan Tuhan itu yang bagaimana sih? (sharing) ....
Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bisa melihat alat-alat yang kita butuhkan agar kita bisa memuliakan nama Tuhan dalam keseharian kita.

Kolose 3:12-17 merupakan bagian dari perikop ‘manusia baru’. Rasul Paulus mengajak umat untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi, menanggalkan manusia lama dengan perbuatan-perbuatan yang dilahirkannya (ayat 5-10).

Sebagai manusia baru umat, yang telah dikasihi dan diampuni, harus mempunyai belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Dalam kehidupan persekutuan , umat Allah diajak untuk saling mengasihi. Karena kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan (ayat 14). Dengan kedamaian dari Yesus, umat diajak untuk bersyukur, saling mengajar dan menegur. Di akhir perikop ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus, maka segala sesuatu yang kita kerjakan, yang kita katakan itu hanya untuk Tuhan.

III. Memiliki Hiudp yang Memuliakan Tuhan

Permasalahannya, hidup ini sulit. Di tengah kesulitan hidup ini tidak jarang seseorang jadi ikut-ikutan sulit juga untuk hidup memuliakan Tuhan.
Lama menunggu kerja tak datang-datang ... di sakiti oleh seseorang ... sedang menikmati pekerjaan, tiba-tiba di PHK ... anak kabur dari rumah ... dll.

Pokok Diskusi
  1. Mengapa ketika terjadi hal-hal yang buruk, kecenderungan manusia adalah berbanding terbalik dengan tema kita hari ini ... manusia menjadi cenderung tidak mampu memperlihatkan hidup yang tetap memuliakan Tuhan?
  2. Sewaktu terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, hal apa yang bisa kita lakukan supaya kita tetap bisa memiliki hidup yang memuliakan nama Tuhan? Berikan contoh?

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis