Roma 15:1-13

Saling Menerima
Roma 15:1-13

I. Membuka Renungan

Dalam kisah hidupnya, Mahatma Gandhi bercerita bagaimana sebagai mahasiswa ia amat menaruh minat kepada Yesus Kristus, khususnya Khotbah Yesus di Bukit. Ia menjadi yakin bahwa Kekristenan adalah jawaban yang tepat bagi sistem kasta yang mengganggu India berabad-abad lamanya.

Pada suatu hari, ia pergi ke gereja untuk mengikuti kebaktian. Akan tetapi, ia dihentikan di depan pintu masuk gereja dan diberi tahu: ‘Kalau mau ikut kebaktian, Anda bisa melakukan itu di gereja khusus orang hitam di seberang sana!!’
Ia kecewa kemudian pergi dan tidak pernah kembali lagi. (Anthony de Mello, Doa Sang Katak 2)

II. Tiga prinsip agar mampu ‘Saling Menerima’

Prinsip I : Superman Is Dead!! (ayat 1)

Jika Anda adalah jemaat Kristen di Roma pada waktu itu, Anda merasa kira-kira termasuk golongan mana? ‘Yang kuat’ atau ‘Yang lemah’? Mengapa?
Kabar baiknya adalah tidak ada orang yang benar-benar ‘kuat’ dan benar-benar ‘lemah’!! Superman Is Dead!! ‘Gak ada di dunia ini ‘manusia super’!
Setiap kita pasti memiliki kelemahan dan kekuatan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh orang lain!!

Prinsip II : Saling menerima = Saling membangun (ayat 2)

Untuk bisa melaksanakan prinsip ini kita membutuhkan kesadaran bahwa kita tidak pernah bisa mengerjakan segala sesuatunya sendirian! Contoh: makan nasi! (mangga di coba kalau mau makan nasi tapi tidak 'mengandalkan' keberadaan mereka yang lain', mulailah dengan mencangkul di sawah)

Kita perlu berdamai dengan kelemahan-kelemahan kita agar kita bisa menghargai kelemahan-kelemahan dalam diri orang lain!! Sehingga kita bisa saling membangun dan memperlengkapi satu dengan yang lainnya.

Prinsip III : Kalau Tuhan mau bekerjasama dengan (baca: telah menerima) ‘dia’, mengapa Anda menolak ‘dia’ (ayat 7)

Setiap kita harus bertumbuh! Dan sudah pasti dalam setiap pertumbuhan membutuhkan waktu untuk ber-proses.

Kisah Para Rasul 9:26-29 – apa yang terjadi? Saulus tidak diterima karena ‘kelemahan’ masa lalu-nya’ itu!! Akan tetapi lihat Paulus ’10 tahun kemudian’, apa yang terjadi? Miitansi Paulus diubahkan arahnya oleh Tuhan!!!

Jadi, kalau Tuhan mau bekerjasama dengan (baca: telah menerima) ‘dia’, mengapa Anda menolak ‘dia’??

Allah menerima kelemahanmu dan bersedia bekerjasama untuk menjadikan kelemahanmu kekuatan-Nya! Allah menerima ‘orang-orang yang kau anggap ‘lemah’ untuk menguatkan ‘sisi lemahmu’! Allah menerimamu, baik kelemahan maupun apa yang kau anggap menjadi kekuatanmu!! Jadi mengapa kita menolak ‘dia’ yang telah Allah terima ???

Pokok Diskusi
  1. Mengapa seseorang tidak bisa menerima 'yang lain' hadir dalam kehidupan mereka?
  2. Apa yang bisa kita lakukan agar bisa hidup berdampingan dan menerima keberadaan mereka 'yang lain'?

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis