Yohanes 14:1-3

Pulang Kampung


Libur Lebaran biasanya bagi kebanyakan orang di Indonesia adalah peristiwa yang dinanti-nantikan ... rela sempit-sempitan, rela bayar 2 sampai 3 kali lipat untuk dapat tiket pulang, rela tuker duit baru walau kena cas bayar tuker uang baru itu ...

Kenapa? Satu alasan, mereka rindu pulang ke rumah, ke kampung halaman mereka. Bukankah kita di sini banyak juga yang 'anak rantau' ... Sewaktu kita susah di sini ... biasanya kita pikirkan apa: "Oh ... seandainya saya ada di kampung halaman ... Pasti berbeda suasananya!" Di sini susahnya setengah mati, kalau di kampung halaman kita pasti lebih terjaminlah disana.

Di dalam iman Kristiani kita, kita sebetulnya memahami hal yang mirip-mirip dengan itu ... Kita tahu, sadar bahwa Rumah kita bukan di sini. Di sini kita itu cuma numpang lewat saja ... singgah untuk sementara waktu.

Saya ingat satu cerita tentang seorang turis yang datang ke rumah seorang yang terkenal bijak. Turis itu bingun, karena isi dari rumah orang bijak itu cuma buku, gak ada apa-apa lainnya. "Loh, kemana barang-barangmu yang lainnya pak?" Orang bijak itu pun bertanya kepada turis itu: "Kamu sendiri mana barang-barangmu?". Kata turis itu: "Ah, saya kan di sini cuma mampir sebentar saja pak". "Saya juga begitu", kata bapak tua ini bijak.

Sekarang mari kita dengarkan apa yang Tuhan katakan tentang Rumah kita yang sebenarnya:

"Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembalidan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."
Yohanes 14:1-3

Benar kan ... tempat kita bukan ada di sini. Atau minimal begini: Tuhan menjamin hidup kita baik di tempat perantauan kita di dunia ini, sekaligus menjamin bahwa di Rumah Bapa di Sorga, kita semua akan di sambut Dia dengan sukacita.

Jaminan kita di dunia ini?
Damai sejahtera dalam segala situasi, baik suka dan duka.
Penyertaan kasih-Nya yang tak kan pernah habis dalam hidup kita.
Kuasa pemulihan dan kesembuhan.

Namun, sayangnya tubuh kita ini fana, tidak kekal ... Apa yang kekal? Jiwa kita, Roh kita. Saat tubuh kita ini sudah begitu lelah, letih dan lemah ... Bapa membongkar Rumah kita di dunia ini dan membawa pulang penghuninya ... jiwa kita pulang ke Rumah yang Kekal.

Dan saya percaya hal itulah yang sedang Tuhan lakukan kepada orang tua kita hari ini.

Saat kita di sini diliputi oleh dukacita mendalam karena kehilangan ... Inilah yang menghiburkan kita, bahwa orangtua kita sekarang telah menemukan kedamaian yang sejati di Rumah yang baru, Rumah yang kekal bersama dengan Sang Pemilik hidup itu sendiri ... di satu kampung kita, kampung yang bernama Sorga.

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis