Ulangan 28:1-14 | Hidup Taat Membawa Berkat?

Hidup Taat Membawa Berkat?
Ulangan 28:1-14


Setiap kali kita mengawali tahun yang baru, kita akan berjumpa dengan legenda tentang dewa Janus. Dalam mitologi bangsa Romawi, Janus dikenal sebagai dewa yang memiliki dua wajah ... yang satu menghadap ke depan dan yang satunya lagi menghadap ke belakang.

Konon katanya, dewa Janus mendapat anugerah "berwajah dua" itu sebagai hadiah dari dewa Saturnus yang kagum akan keramahan Janus (kesukacitaan Janus dalam menerima dan menyambut orang lain). Bahkan lebih dari itu, Janus juga diberi kemampuan untuk melihat ke dalam masa lalu dan masa depan dengan dwi wajahnya itu.

Makanya Janus di sebut juga sebagai Dewa Suatu Permulaan Baru - God's of beginning - dan akhirnya nama Janus diabadikan untuk mengawali nama bulan di tahun yang baru: Januari.


Sebab biasanya, di bulan Januari inilah kita semua mau merefleksikan kembali perjalanan yang telah kita tempuh kemarin, di belakang, sepanjang tahun 2010 yang lewat ... dan mulai memberanikan diri untuk melihat ke depan: tentang rencana-rencana, harapan-harapan, impian-impian di tahun yang baru ini.

Hari ini firman Tuhan mengajak kita untuk merenungkan satu tema: Hidup Taat Membawa Berkat! Yakin nih? kalau mau pake legenda dewa Janus ... pertanyaannya mungkin begini:

"melihat pengalaman-pengalaman kemarin, apakah di tahun ini, Janus akan tetap ramah, bersukacita menerima orang-orang datang ... meskipun ... melihat pengalaman-pengalamana yang lalu, apakah di tahun ini: "Oke Tuhan aku akan tetap taat pada perintah-Mu ... meskipun ..."

Saya punya tantangan yang mungkina akan menggambarkan apa yang akan kita hadapi untuk hdiup taat di tahun yang baru ini ...

[ --- duh, tayangannya dah ilang lagi hehehhehe .. maap ya .. ini khotbah tahun kemarin soalnya --- ]

Saya kira itu dia tantangannya ...
Pikiran kita yang satu berpikir ke depan ... membayangkan hal-hal yang ideal ... Tetapi, sewaktu kita melihat ke belakang, pengalaman-pengalaman kemarin ... kok jadinya bukan bawa berkat ya ... malah sial, malah masalah mulu yang kita hadapi ...

Hari ini kita mau mengajukan satu pertanyaan paling penting:
"Apakah ketaatan pada Tuhan adalah sesuatu yang masih perlu kita pertahankan di tahun yang baru ini?? Atau lebih baik kita tinggalkan saya segala sesuatu yang berbau taat - taat itu ??"

Kita sekarang mungkin bisa berkata: "O ya jelaslah kita harus tetap taat sama Tuhan dong!"
Tapi coba tanyakan kepada orang-orang diluar sana yang:
Mereka jujur ... tapi justru karena kejujurannya itulah di jadi gak punya teman
Mereka tetap ikut Tuhan ... tetapi karena ikut Tuhan, taat sama Tuhan ... 20 tahun kerja ya di situ aja dia nya .. gak naik-naik jabatannya.
dan masih banyak lagi.
Melalui pembacaan Alkitab kita hari ini ada satu hal yang mau kita renungkan bersama-sama ...

Saya tertarik sewaktu membaca ayat 3, 7 dan 8

Ayat 3:
Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.

Ayat 7:
TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

Ayat 8:
TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

Kita bertemu dengan gambaran hidup orang Israel yang luar biasa: Pemenang, sudah menikmati berkat Tuhan, sudah pasti masuk Kanaan!

Padahal, ayat 1:1
Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.

Padahal mereka bahkan belum masuk ke tanah Kanaan - Tanah Perjanjian itu .. mereka belum melihat apalagi menikmati buah-buah dari ketaatan mereka kepada Tuhan.

Dan itulah persoalannya ... rasa bimbang dan ragu mulai muncul di saat kita tidak melihat dengan cepat hasil baik dari ketaatan kita ...

Kan kalau kita mah seringnya tuh kepengen:
"Hari ini taat, siang ini taat, dan sesudah itu secepatnya .. kalau bisa sepulang dari gereja ni ya ... Tuhan kirim berkat itu! - lamaran kerja di terima, dll -

Kalau kita pake pola pikir yang seperti itu .. ya jelaslah kita akan ketemu hasil-hasil yang nampaknya sia-sia terus! Gak guna!

Dulu kitap ernah bahas cerita tentang bambu cina yang katanya kalau dirawat, disiram 1 tahun, 2 tahun, 3, 4 tahun itu kelihatannya gak besar-besar tumbuhnya ... Akan tetapi, pada tahun ke 5 ... tiba-tiba luar biasa pertumbuhannya!

Buah dari ketekunan yang nampaknya tiada hasil di tahun 1 - 4 ternyata berbuah manis di tahun ke 5 ... Penantian panjang yang tidak berakhir dengan kesia-siaan.

Dan itulah yang diimani oleh Musa bahwa bila sebuah benih ketaatan itu disiram terus, dirawat terus maka .. cepat atau lambat kita bisa menikmati buah-buah (berkat-berkat-Nya) dari ketaatan kita itu.

Apakah tahun ini adalah "tahun ke 5" bagi kita? ... bila tahun-tahun yang kemarin yang kita lihat adalah hal-hal yang sepertinya sia-sia .. mungkin mungkin mungkin ... tahun ini adalah tahun ke 5 nya bambu cina dalam kehidupan kita!
Previous
Next Post »