Amsal 31:10-31

Dicari: Istri yang Cakap
Amsal 31:10-31


Sewaktu pacaran, katanya sih ... lelaki itu berhak untuk memilih dan perempuan itu berhak untuk memutuskan ... lelaki memilih cewek mana yang dia mau dekati dan perempuan memutuskan cowok mana yang dia pilih sebagai kekasih hatinya ...

Nah, kalau begitu .. saya mau tanya nih ke bapak dan ibu ...
Kira-kira, kenapa dulu itu ya ... dari berjuta-juta cewek yang bisa dipilih ... kenapa bapak akhirnya memilih ibu??

Atau kita balik lah pertanyaannya .. dari berjuta-juta lelaki yang datang untuk mencuri hati ibu dahulu ... kenapa akhirnya ibu memutuskan untuk memilih bapak, bukan yang lain???

"Ada sesuatu yang aku kagumi ... ada sesuatu yang hebat yang dimiliki dalam dirinya!"

Amsal 31:10-31
Dalam bahasa pe-Amsal kira-kira berbunyi seperti ini:
"Ada suatu kecakapan yang aku kagumi dari perempuan ini!"

Hari ini kita bersama-sama mau merenungkan tentang seorang istri yang cakap (wedew ... istri yang disayang mertuanya pasti ini)

Seperti yang ada dalam ayat 10-12: Seorang istri yang dipercaya, dibanggakan, dikagumi, dihormati, dihargai ... itu lebih daripada permata!

Akan tetapi sebelum kita share lebih lanjut lagi tentang hal ini ... kita perlu memahami terlebih dahulu apa maksud dari pe-Amsal sewaktu dia berkata tentang istri yang cakap.

Yang menarik adalah bahasa Ibrani yang digunakan untuk kata "cakap" ini adalah "chayil" yang artinya:
"Kekuatan, kemampuan dari suatu bala tentara - suatu kuasa yang besar dan hebat! Sekaligus juga menggambarkan kerahiman seorang perempuan!"

Perpaduan yang luarbiasa: antara kekuatan dan kelemahlembutan yang luarbiasa berpadu untuk menciptakan pribadi yang baru .. lebur menjadi satu di dalam diri seorang istri yang chayil - cakap!!

Kalau begitu ... bagaimana sebenarnya gambaran pe-Amsal tentang seorang istri yang chayil - cakap itu???

Ayat 13-20
Ia mencari bulu domba dan rami,
dan senang bekerja dengan tangannya.

Ia serupa kapal-kapal saudagar,
dari jauh ia mendatangkan makanannya.

Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan,
ia menguatkan lengannya.

Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan,
pada malam hari pelitanya tidak padam.

Tangannya ditaruhnya pada jentera,
jari-jarinya memegang pemintal.

Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Seorang istri yang chayil - cakap adalah
seorang istri yang bekerja - melayani dengan setulus hati .. no - dumelan!

Bayangkan saja:
Subuh sebelum seisi rumah terjaga dari tidurnya, seorang istri yang chayil sudah bersibuk ria mempersiapkan segala sesuatunya ... hingga malam menjelang ... tak kenal waktu - tak kenal lelah ... menolong dan mengutamakan keluarganya terlebih dahulu di banding dirinya sendiri ... hmmm ... luarbiasa!

Ayat 21-22
Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

Seorang istri yang chayil - cakap adalah
seorang istri yang cakap dalam membuat perencanaan!

Bayangkan saja:
Hari gini ... harga-harga semua naik sedangkan gaji belum tentu naik, perencanaan yang buruk = ngap-ngap an di tengah bulan!!

Katanya sih ada 4 hal yang bisa kita rencanakan bersama ..
ada kebutuhan yang penting dan mendesak macam sembako, dll
ada kebutuhan yang penting tapi tidak mendesak macam mesin cuci, dll
ada kebutuhan yang gak penting tapi mendesak macam ikut trend mode
ada kebutuhan yang gak penting dan gak mendesak juga macam sepatu lagi, tas lagi!
Ayat 25
Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

Seorang istri yang chayil - cakap adalah
seorang istri yang punya semangat dan daya juang tinggi sebab dia selalu optimis terhadap masa depan kehidupan keluarganya!

Untuk suaminya - ayat 23:
"Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri."

Dia selalu menyadari bahwa suaminya itu punya potensi .. so, kalau suaminya lagi down ... dia akan selalu punya cara untuk membangkitkan kembali semangat, percaya dan iman suaminya itu!

Untuk anak-anaknya - ayat 26-28:
Ia membuka mulutnya dengan hikmat,
pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.
Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya,
makanan kemalasan tidak dimakannya.
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia,
pula suaminya memuji dia:

Memotivasi anak-anaknya biar bisa jadi orang semua! Biar di kata bawel kek, cerewet kek ... itu semua rela dilakukan olehnya demi masa depan anak-anaknya.

Ayat 30
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Ini yang paling penting ...
Cakap tidak selalu sama dengan Cakep!!
Sebab istri yang cakap adalah istri yang takut akan Tuhan dan mengenal cara Tuhan berkarya dan mencukupkan kebutuhan keluarganya.

Kalau seseorang punya dasar yang terakhir ini, biasanya ... tiga bagian yang di awal itu jadi bonusnya! Otomatis ada!

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis