Filipi 4:8-9

Telur
Filipi 4:8-9

Mengawali renungan kita hari ini, saya membawa ini ...


Nah sekarang ... kalau ditanya kepada bapak dan ibu .. "Apa yang bapak dan ibu lihat di depan ini (yang saya bawa sekarang ini)???" ... Kira-kira bapak dan ibu akan jawab bagaimana?
  • Telur! yang paling mudah jawabannya ya saya lihat telur. Ada jawaban lain?
  • Telur ceplok mata sapi
  • Ayam panggang ... ayam bakar .. ayam goreng ...
  • Yang saya lihat adalah calon pengusaha ternak ayam yang sukses ...
Cara ini sebenernya saya dengar dari salah satu dosen di kelas khotbah yang bercerita tentang seorang teolog yang mau menceritakan tentang kekayaan Alkitab kita ..

Koyama, nama teolog itu, membawa sebutir telur ketika dia mengajar muridnya dan Koyama bertanya pertanyaan yang saya tanyakan tadi: "Apa yang kalian lihat di tangan saya ini??"

Setelah share tentang jawaban dari pertanyaan itu, Koyama pun berucap: "Inilah teologi itu .. ada banyak kekayaan yang terkandung dalam teologi, ada berjuta pesona yang bisa kita temukan ketika kita membaca Alkitab!" Kemudian Koyama melanjutkan begini: "Karena teologi itu seperti telur ini, maka teologi adalah chickenologi!"

Tentu Koyama berkata demikian bukan bermaksud meremehkan atau merendakan apa itu teologi ... Bukan! Justru sebaliknya!

Koyama mau menunjukkan kepada kita semua abhwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada hanya melihat sesuatu yang mereka lihat pada waktu itu (yang hanya sebatas sebutir telur).

Bapak ibu ... apa yang bapak ibu lihat tentang kehidupan berjemaat kita sampai sejauh ini??

Hari ini kita sama-sama mau melihat apa yang sudah terjadi dan apa yang sudah kita lakukan di masa kemarin dalam membangun kehidupan berjemaat kita di sini ... Dan hari ini juga kita mau share bersama tentang rencana-rencana ke depan dalam upaya kita membangun kehidupan berjemaat kita ...

Jadi apa yang kita lihat tentang hidup berjemaat kita sekarang ini???
Mudah-mudahan tidak hanya sebatas telur saja!

Mari kita buka Alkitab kita ... Filipi 4:8-9
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

***

Sewaktu kita melihat ada sebutir telur ... mungkin akan selalu ada saja orang yang berpikir:
  • Ah paling juga busuk nih telur ... gak jadi dah di goreng
  • paling juga gak netes nih telur ... gak bakalan jadi cikal bakal pengusaha ternak ayam
Ada beberapa hal yang pada akhirnya rasanya bisa menghambat kita untuk tetap bersemangat dalam hidup melayani di tengah kehidupan berjemaat dalam kehidupan pribadi kita ...

Paulus dan Jemaat di Filipi pun mengalami hal ini. Paulus, dengan keadaan ada di dalam penjara pada waktu itu; dan Jemaat di Filipi dengan penderiatan dan penganiayaan yang mereka alami waktu itu.

Kenyataan yang dihadapi oleh Paulus dan Jemaat di Filipi pada waktu itu pastinya akan membawa kita merasakan apa yang dirasakan oleh Paulus ketika berkata dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, pasal 4:8-9

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Padahal yang mereka rasakan, Paulus dan Jemaat di Filipi pada waktu itu ... belum tentu seindah itu!!

Ada bayangan ideal, tapi memang belum terjadi ...
Jadi apa yang harus mereka dan kita lakukan sekarang ini??
Menurut Paulus ... menurut Firman Tuhan: TETAPLAH BERPENGHARAPAN!

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis