Tata Kebaktian Pemakaman

TATA KEBAKTIAN PEMAKAMAN



A. DI RUMAH
1. Nyanyian Jemaat
2. Votum dan Salam
Pemimpin : Terpujilah Tuhan Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah Sumber segala penderitaan kami, shingga kami sanggup menghibur merka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.Baginyalah hormat dan kuasa yang kekal . Amin (Band. II Kor 1:3-4; ITim 6:16)
3. Nyanyian Jemaat
4. Pemberitaan Firman
· Doa
· Pembacaan Alkitab
· Khotbah
5. Paduan Suara
6. Doa
7. Nyanyian Jemaat
8. Kata- kata Penutup
Pemimpin: Baiklah kita sekarang berangkat, untuk membawa jenazah saudara kita ini ke tempat pemakaman.Maka jiwanya kita serahkan kepada rahmat Allah .Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.Amin.
B. DI TEMPAT PEMAKAMAN
9. Nyanyian Jemaat
Pemimpin : Tuhan adalah pemilik hidup manusia, Ia juga yang telah memanggil saudara kita ini.Kita serahkan badannya kepada tanah, memang asal tubuh manusia.Pengharapan kita berdasar kepada Firman Tuhan , dikatakan oleh Kristus sendiri :”Akulah kebangkitan dan hidup.Barangsiapa percaya kepada-Ku , ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh 11:25)
“Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” (Wahyu 14:13b)
Syukur kepada Tuhan, Allah Bapa dalam Yesus Kristus, yang telah mengaruniakan kita pengharapan yang begitu besar di dalam dan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
10.Pembacaan Alkitab
11.Pengakuan Iman
PENGAKUAN IMAN (Jemaat berdiri)
Pemimpin : Marilah kita mengucapkan pengakuan kepercayaan kita bersama-sama dengan Gereja dari segala abad dan tempat.
Bersama : Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa/ Khalik langit dan bumi/ dan kepada Yesus Kristus/ Anak-Nya yang tunggal/ Tuhan kita/ yang dikandung dari pada Roh Kudus/ lahir dari anak dara Maria/ yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus/ disalibkan, mati dan dikuburkan/ turun ke dalam kerajaan maut / pada hari yang ketiga/ bangkit pula dari antara orang mati/ naik ke sorga/ duduk di sebelah kanan Allah/ Bapa yang Mahakuasa/ dan akan datang dari sana / untuk menghakimi orang yang hidup dan mati/ Aku percaya kepada Roh Kudus/ Gereja yang kudus dan am/ persekutuan orang kudus/ pengampunan dosa/ kebangkitan daging/ dan hidup yang kekal/ Amin.
12. Nyanyian Jemaat atau Paduan Suara
13. Doa Syafaat : Diakhiri dengan doa Bapa Kami bersama-sama:
Bersama-sama :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
14.Nyanyian Jemaat.
15.Penurunan Peti jenazah ke dalam lubang kubur
Pemimpin : Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama,Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya, demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.(Band Kej 2:7)
Namun kelak suatu saat manusia akan kembali kepada sang Penciptanya.(Sambil melemparkan tanah ke dalam lubang kubur)
Pemimpin :“Yang asalnya daripada tanah, kembalilah kepada tanah, yang dari debu kembali kepada debu.”
16. Berkat
Pemimpin: Dan sejahtera Allah yang mengatasi segenap pengertian, akan melindungi hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus .Kiranya berkat dari Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus beserta saudara sekalian.Amin.
Jemaat : (Menyanyi) Amin…Amin…Amin..
Catatan :
1. Kebaktian pemakaman bagi pendeta pejabat GKP dilangsungkan di gedung gereja, kemudian sesudah itu diteruskan di tempat pemakaman
2. Daftar riwayat hidup (Biodata) almarhum/ah , sebaiknya disampaikan di rumah/ gereja (untuk Pendeta/ Pejabat GKP) dan ucapan terimakasih dari keluarga disampaikan di tempat pemakaman.
3. Untuk pemakaman yang dilakukan dengan cara kremasi, tetap memakai Tata Cara Kebaktian Pemakaman yang ada, hanya untuk no.15 , tidak melakukan penurunan peti jenazah. Namun cara yang dilakukan tetap sama, dan pemimpin mempersiapkan / membawa tanah terlebih dahulu, untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkannya di krematorium.

Pdt. Gerry Atje: The Story Of Us

Terima kasih sudah membaca renungan atau artikel lainnya di blog ini. Akan menyenangkan sekali bila kita saling membangun dan menguatkan satu sama lain di dalam Tuhan. Untuk berlangganan artikel blog ini melalui email, sahabat bisa mendaftarkannya melalui kotak di bawah ini dan memverifikasinya melalui email. Salam hangat selalu, untukmu.

ShareThis