Galatia 2:15-21 | Di Sini Ada Kristus

Di Sini Ada Kristus




Ini cerita tentang kehidupan di sebuah biara. Seorang rahib baru yang datang ke biara itu melihat bahwa kondisi biara sangat tidak kondusif: saling cuek – tak peduli satu dengan yang lain dan dengan keadaan di dalam biara; saling baku tuduh satu dengan yang lain ... semua yang membuat keadaan biara, menurut sang rahib baru itu menyesakkan.

Suatu hari, sang rahib memanggil semua penghuni biara dan berkata pada mereka, “Semalam aku mendapat sebuah penglihatan. Di katakan bahwa di antara kita, ada seorang penyelamat yang ditakdirkan untuk membawa kedamaian ke dalam kehidupan biara ini. Sayangnya tak dinyatakan siapa orangnya dalam penglihatan itu. Mari kita lihat saja siapa di antara kita yang memenuhi penglihatan itu di sini.

Tahukah bapak dan ibu apa yang terjadi kemudian? Benar! Kehidupan dalam biara berubah drastis. Dari yang cuek-bebek menjadi .. tiba-tiba, saling peduli; Dari tempat yang biasanya kotor-berantakan, kini menjadi rapi-serapi-rapinya, bersih; Dari yang menyesakkan menjadi tempat yang melegakan.

Berada dalam kehidupan yang “tidak damai” menjadi “damai” ... itulah yang diperjuangkan oleh Allah di dalam Kristus. Dalam teks Alkitab kita hari ini, sekali lagi kita berjumpa dengan kondisi yang sama sekali tak kondusif antara orang-orang Kristen Yahudi dengan orang-orang Kristen baru yang bukan orang Yahudi. Yang satu menerima Kebenaran melalui Kristus, yang satunya lagi menerima Kebenaran melalui Kristus + “karena melakukan hukum Taurat”.

Rasul Paulus menegaskan kembali apa yang telah dinyatakan dalam Kitab Suci, bahwa: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat” (ayat 16, bnd. Mazmur 143:2). Itulah sebabnya dalam ayat lain dinyatakan bahwa, “justru melalui hukum Taurat, kita menjadi mengenal dosa (karena ketidakmampuan kita semua melakukan apa yang tertera dalam hukum Taurat itu sendiri).

Ada ketidakdamaian pastinya ketika seseorang mengetahui bahwa dirinya telah “gagal” dalam memenuhi apa yang di-mau oleh Tuhan dalam hukum Taurat. Mengapa Allah hadir ke dunia dalam rupa seorang hamba? Untuk mengembalikan apa yang paling hakiki dari “tuntutan hukum Taurat”, yaitu Hukum Kasih.

Salah satu ketidakdamaian nyata yang hadir ... tengok saja apa yang terjadi di dalam pembacaan Alkitab kita hari ini. Mereka – orang Kristen Yahudi, gontok-gontokkan dengan saudara seiman mereka sendiri tentang hal yang tidak hakiki dalam iman kepada Kristus: “Keselamatan datang dari melakukan hukum Taurat”, padahal itu tidak mungkin terjadi, sebab setiap manusia justru mengenal dosa karena ketidakberdayaannya memenuhi hukum Taurat.

Kehadiran Kristus yang mengubahkan kehidupan adalah kunci jawaban dalam iman kita (ayat 20). Hadirnya Dia dalam hidup kita mendamaikan hati kita yang selalu menuntut keberdosaan kita, dengan cara pengenalan di dalam Kristus bahwa Keselamatan adalah anugerah bagi semua orang yang percaya atas apa yang dilakukan Allah dalam Kristus (Yohanes 3:16).

Sama seperti Rasul Paulus yang sigap berseru: “hidupku kini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup dalamku” (ayat 20), setiap kita orang percaya pun sanggup mengucapkan hal yang sama.

Persoalannya adalah justru ketika kita sanggup berseru sama seperti Paulus dalam ayat 20 tadi, apa yang telah diubahkan oleh Dia dalam kehidupan kita?

Jika kehidupan kita hari ini masih persis sama seperti apa yang terjadi dalam teks Alkitab kita hari ini – saling menjatuhkan, saling memojokkan, saling tuduh, dll. dll .. Seharusnya kita mulai bertanya pada diri kita sendiri, “benarkah di sini, di dalam hidupku hari ini, ada Kristus?”

Pokok Diskusi

Jika Kristus hari ini telah hadir dalam kehidupan ku, apa yang telah Ia lakukan dalam kehidupanku sekarang?

Previous
Next Post »