Aku Berserah


Charles R. Swindoll dalam bukunya, “Kehidupan di Tepi Tebing yang Rapuh”, memaparkan tentang kisah ini: 

Saya pernah mendengar tentang seseorang yang menyerahkan pekerjaannya kepada Allah. Selama dua puluh tahun ia telah bergumul di dalam usahanya dan berjuang demi keberhasilan jerih-payahnya. Suatu hari ia memutuskan: “Cukup sampai di sini!”, setelah mendengarkan khotbah mengenai betapa bernilainya penyerahan seluruh pekerjaannya kepada Allah. Saat ia meninggalkan gereja, ia merasa amat kuatir. Namun, setibanya di rumah, ia segera menyerahkan seluruh pekerjaannya tanpa sedikitpun keraguan kepada Allah. 

Pada malam yang sama itu juga, kantornya habis terbakar. Setelah menerima pemberitahuan, dengan amat tenang ia pergi melihat keadaan kantornya. Dari tepi jalan, ia berdiri memandang kobaran api. Di sudut bibirnya nampak secercah senyuman. Sahabatnya datang menghampiri dan bertanya dengan heran: “Heh, apa yang kau lakukan di sini? Lihat, kantormu terbakar habis!” 

Sahutnya, “Aku tahu. Aku tahu, jangan kuatir Fred. Pagi ini telah kuserahkan pekerjaanku pada Allah, dan jika Ia ingin membakarnya sampai habis, itu terserah Dia.” 

Charles R. Swindoll, Kehidupan di Tepi Tebing yang Rapuh, hlm. 105.
Previous
Next Post »