II Petrus 3:1-16 | Aku Menunggu Kamu - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Ada satu cerita, ratusan tahun yang lalu, ketika Colombus berlayar untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat. Pernah terjadi beberapa anak buahnya tertinggal di sebuah pulau terpencil. Hari demi hari, bulan demi bulan ... Colombus mencari anak buahnya itu dari satu pulau ke pulau yang lain.

Akhirnya, ketemu!
Yang aneh adalah sewaktu Colombus berjumpa dengan para anak buahnya itu, setelah berbulan-bulan ada di pulau itu, mereka sudah mengemasi barang bawaan mereka semua ... jadi tinggal naik kapal dan siap untuk berangkat dan melanjutkan perjalanan bersama sang kapten Colombus.

Aneh! Makanya Colombus pada waktu itu pun kemudian bertanya kepada mereka:
"Kok bisa ya?? Kalian sudah siap sewaktu saya menemukan kalian??
Kan kita dah berpisahnya lama sekali."

Kemudian salah satu anak buah yang tertinggal itu pun menjawab:
"Begini Kapten, setiap hari saya dan kawan-kawan selalu mengemasi barang bawaan kami di sini ... sebab siapa tahu kapten datang di hari itu!"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, garis besarnya mirip:
Sama-sama menantikan seseorang yang selama ini diharapkan kedatangannya! Colombus dinantikan oleh para awak kapalnya yang tertinggal itu, sedangkan Yesus ... dinantikan oleh orang-orang percaya, jemaat Petrus waktu itu dan kita sekarang ini, "aku menunggu kedatangan Yesus kembali."

Yang menarik adalah jalan ceritanya menjadi berbeda karena dalam pembacaan Alkitab kita hari ini ada kelompok yang berkata: "Di manakah janji kedatangan-Nya itu?" (ayat 4a).

Petrus menyebut mereka sebagai "pengejek-pengejek". Akan tetapi, siapa sih sebenarnya mereka?? Orang-orang yang tidak percaya Yesus? Bukan! Justru sebaliknya! Mereka adalah orang-orang percaya yang kemudian malah mengejek apa yang mereka percayai selama ini!

Ironis bukan.
Orang-orang yang mungkin pernah menjadi pejuang iman, kini malah berubah menjadi penikam iman!

Pertanyaan: Mengapa hal itu bisa terjadi??
Satu jawaban yang tersirat dalam pembacaan Alkitab kita hari ini adalah ...
"Terlalu lama menanti .. terlalu lama menunggu!"

Saya kita kita pasti semua setuju bahwa perkara menanti, menunggu adalah perkara yang paling tidak enak kita lakukan.
  • menunggu panggilan kerja
  • menanti hadirnya buah hati
  • menanti kedatangan si kekasih hati
  • menanti masuk jemaat
  • menanti kedatangan Tuhan Yesus kembali ...
Berapa lama lagi?? 1 tahun? 2 tahun? 5 tahun??
Menunggu adalah seseuatu yang tidak ketahui kapan waktunya akan datang dan jelas itu membuat hati kita tidak enak.

Firman Tuhan mengatakan kepada kita yang mungkin hari ini sudah cukup lelah dalam menantikan sesuatu ...
"Tetapi hari Tuhan akan datang seperti pencuri"

Tetapi hari Tuhan ..
Oh iya .. kita menantikan hari itu ..
dan juga kita menantikan banyak hal yang lainnya .. pekerjaan, kekasih hati, buah hati ... segala sesuatu yang telah lama kita harapkan kedatangannya ...

.. akan datang ..
Sudah datang? Belum!
Pasti datang? Iya!

.. tiba-tiba seperti pencuri.
Kapan? Tak terduga!
bisa besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, kapan saja!

Kabar baik yang mau kita dengar hari ini adalah
ayat 9, 15a Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. ... Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat ...

Apa kesimpulannya?
"Mungkin betul kita berada dalam proses penantian, akan tetapi pertanyaan pentingnya bukan: kapan waktunya? Melainkan: Apa yang kita lakukan selama kita menunggu? Itulah yang penting."
Karena apa yang kita lakukan selama masa penantian itu akan sangat mempengaruhi kesiapan kita bila yang dinantikan itu tiba.

Seandainya Tuhan datang besok, sudah siap??
Siap? Yakin siap? Saya belum siap hehehehe ... belum nikah kan saya sekarang hahaha (becanda ...)

Oke, yang jelas inilah yang kita ketahui:
Kita tidak pernah bisa tahu kapan waktunya Tuhan akan datang kembali.
Itu artinya kita masih memiliki kesempatan untuk lebih mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan apa yang kita nantikan itu bila waktunya tiba.
Jadi ... apa yang kita lakukan selagi kita menunggu kedatangan "dia"???
3:1 Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan,
3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

II Petrus 3:1-16 | Aku Menunggu Kamu

Ada satu cerita, ratusan tahun yang lalu, ketika Colombus berlayar untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat. Pernah terjadi beberapa anak buahnya tertinggal di sebuah pulau terpencil. Hari demi hari, bulan demi bulan ... Colombus mencari anak buahnya itu dari satu pulau ke pulau yang lain.

Akhirnya, ketemu!
Yang aneh adalah sewaktu Colombus berjumpa dengan para anak buahnya itu, setelah berbulan-bulan ada di pulau itu, mereka sudah mengemasi barang bawaan mereka semua ... jadi tinggal naik kapal dan siap untuk berangkat dan melanjutkan perjalanan bersama sang kapten Colombus.

Aneh! Makanya Colombus pada waktu itu pun kemudian bertanya kepada mereka:
"Kok bisa ya?? Kalian sudah siap sewaktu saya menemukan kalian??
Kan kita dah berpisahnya lama sekali."

Kemudian salah satu anak buah yang tertinggal itu pun menjawab:
"Begini Kapten, setiap hari saya dan kawan-kawan selalu mengemasi barang bawaan kami di sini ... sebab siapa tahu kapten datang di hari itu!"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, garis besarnya mirip:
Sama-sama menantikan seseorang yang selama ini diharapkan kedatangannya! Colombus dinantikan oleh para awak kapalnya yang tertinggal itu, sedangkan Yesus ... dinantikan oleh orang-orang percaya, jemaat Petrus waktu itu dan kita sekarang ini, "aku menunggu kedatangan Yesus kembali."

Yang menarik adalah jalan ceritanya menjadi berbeda karena dalam pembacaan Alkitab kita hari ini ada kelompok yang berkata: "Di manakah janji kedatangan-Nya itu?" (ayat 4a).

Petrus menyebut mereka sebagai "pengejek-pengejek". Akan tetapi, siapa sih sebenarnya mereka?? Orang-orang yang tidak percaya Yesus? Bukan! Justru sebaliknya! Mereka adalah orang-orang percaya yang kemudian malah mengejek apa yang mereka percayai selama ini!

Ironis bukan.
Orang-orang yang mungkin pernah menjadi pejuang iman, kini malah berubah menjadi penikam iman!

Pertanyaan: Mengapa hal itu bisa terjadi??
Satu jawaban yang tersirat dalam pembacaan Alkitab kita hari ini adalah ...
"Terlalu lama menanti .. terlalu lama menunggu!"

Saya kita kita pasti semua setuju bahwa perkara menanti, menunggu adalah perkara yang paling tidak enak kita lakukan.
  • menunggu panggilan kerja
  • menanti hadirnya buah hati
  • menanti kedatangan si kekasih hati
  • menanti masuk jemaat
  • menanti kedatangan Tuhan Yesus kembali ...
Berapa lama lagi?? 1 tahun? 2 tahun? 5 tahun??
Menunggu adalah seseuatu yang tidak ketahui kapan waktunya akan datang dan jelas itu membuat hati kita tidak enak.

Firman Tuhan mengatakan kepada kita yang mungkin hari ini sudah cukup lelah dalam menantikan sesuatu ...
"Tetapi hari Tuhan akan datang seperti pencuri"

Tetapi hari Tuhan ..
Oh iya .. kita menantikan hari itu ..
dan juga kita menantikan banyak hal yang lainnya .. pekerjaan, kekasih hati, buah hati ... segala sesuatu yang telah lama kita harapkan kedatangannya ...

.. akan datang ..
Sudah datang? Belum!
Pasti datang? Iya!

.. tiba-tiba seperti pencuri.
Kapan? Tak terduga!
bisa besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, kapan saja!

Kabar baik yang mau kita dengar hari ini adalah
ayat 9, 15a Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. ... Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat ...

Apa kesimpulannya?
"Mungkin betul kita berada dalam proses penantian, akan tetapi pertanyaan pentingnya bukan: kapan waktunya? Melainkan: Apa yang kita lakukan selama kita menunggu? Itulah yang penting."
Karena apa yang kita lakukan selama masa penantian itu akan sangat mempengaruhi kesiapan kita bila yang dinantikan itu tiba.

Seandainya Tuhan datang besok, sudah siap??
Siap? Yakin siap? Saya belum siap hehehehe ... belum nikah kan saya sekarang hahaha (becanda ...)

Oke, yang jelas inilah yang kita ketahui:
Kita tidak pernah bisa tahu kapan waktunya Tuhan akan datang kembali.
Itu artinya kita masih memiliki kesempatan untuk lebih mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan apa yang kita nantikan itu bila waktunya tiba.
Jadi ... apa yang kita lakukan selagi kita menunggu kedatangan "dia"???
3:1 Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan,
3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
3:16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER