Kejadian 2:18-25 | Inilah Dia! - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

pacaran
Mengawali renungan kita hari ini dalam rangka persiapan pernikahan saudara dan saudari kita yang sedang berbahagia ini ... saya mau mengajak kita untuk mengingat masa-masa awal PDKT-nya dulu .... dimana? gmana? darimana tahu kalau memang dia suka?

Kan biasanya yah ... suasana hati seseorang itu ... biasanya terlihat dari mana? Raut wajahnya? Gak juga ... bisa ketipu kok kita dengan raut wajah seseorang ... Dari hatinya? Susah atuh kita kalau mau lihat isi hati seseorang. Dari gerak-geriknya? Kalau cowokl mungkin bisa .. tapi kalau cewek? biasanya kan susah ditebak ... disangka suka eh kok ya malah benci, tapi pas disangka benci eh kok ya malah kangen ...

Nah setiap kali saya ketemu sama orang-orang yang udah pada punya pacar atau bahkan yang seperti bung sama mba yang sebentar lagi mau menikah ini ... Saya selalu penasaran gmana sih sampai pada akhirnya .. Ini dia nih orangnya! Pasangan hidup saya! Soulmate yang selama ini saya cari! ...

Boleh dong ceritain dikit pengalaman perjuangan mas sama mba waktu dulu PDKT nya gmana ...

Sambil nunggu mikir ... siap cerita ... saya punya satu surat nih dari seseorang yang sayang banget sama ceweknya dan tiap hari dia berdoa ... dan doanya itu dia tulis begini ... [Jadi jawaban 1: lihat dari tulisan-tulisannya, diary nya kalau ada dan bisa dilihat ... Jawaban 2: lihat aja dia lagi suka dengerin lagu apa hehehhe]

Kalau si mas yang saya ceritain ini, dia mengungkapkan perasaannya, perjuangannya dengan sebuah tulisan doa:

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah…
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku,

maka jadikanlah kami jodoh …
Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku…
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,

jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,

biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,

jodohkanlah kami kembali…

Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,

biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain
dan kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku …
Amien.

Hahahaha ... maksa banget sih ya dia hahahahaha ...
Kembali ke mas dan mba sekarang .. sudah siap dengan cerita PDKT-annya dulu?

Oke ... itu cerita tentang kita ... saya mau ajak kita sekarang untuk melihat apa yang dipahami oleh iman kita tentang hidup berkeluarga ... tentang jodoh!

Kejadian 12:18-25
Keluarga adalah ide - inisiatif Allah sendiri!
Allah yang membentuk, merancang
dan kemudian mempertemukan
dan mempersatukan sebuah keluarga!

Allah tahu bahwa "tidak baik manusia seorang diri saja"
dan oleh karena itu Allah menjadikan seorang penolong yang sepadan bagi setiap kita.

Tapi biasanya yang menjadi masalah kita adalah "Masa pencariannya"!
Di cari ke mana-mana kok ya gak ketemu-ketemu tuh yang namanya penolong yang sepadan itu!

Adam, dalam pembacaan Alkitab kita hari ini pun sempat mencari-cari ke mana-mana (bahkan dia sempat mencari ke kawanan binatang lho ... dan jelaslah dia tidak menemukan penolong yang sepadan itu).

Artinya apa?
Artinya Adam butuh waktu untuk menemukan rancangan Allah untuk jodohnya itu!
Jadi kuncinya ... selain usaha kita untuk mencari dan keyakinan bahwa Allah menyediakan yang terbaik bagi kita ... satu lagi: waktu!

Adam siap, akan tetapi yang sedang disediakan oleh Allah masih di bentuk dulu oleh Tuhan. Kadang kan kita juga gitu ... "Tuhan aku siap ini untuk melanjutkan ke lembaran kehidupan yang baru (pernikahan) ... tapi kok ke mana tuh soulmate saya ya???" ... Kitanya siap, akan tetapi .. mungkin saja ... soulmate nya kita itu masih "dipersiapkan dan dibentuk" terlebih dahulu oleh Tuhan ...

Dan ketika segala sesuatunya sudah siap di mata Allah ... Allah yang kemudian mempertemukan mereka ... sehingga mereka pun bisa berkata: INILAH DIA!!!

Sewaktu awal-awal masa pacaran ... belum tentu lho suara "Inilah dia!" muncul ...
Mungkin yang muncul adalah "Apakah mungkin memang dia Tuhan orangnya???"

Nah ... saya jadi penasaran lagi nih kan ... kenapa pada akhirnya mas dan mba ... dan juga kita yang sekarang yang sudah menikah (kita?) ... bapak dan ibu, mas dan mba pada akhirnya berani bilang kepada semua orang, keluarga bahwa: "INILAH DIA!"

Ada keyakinan, ada percaya, ada iman bahwa
bersama dengan dirinya hidup ini menjadi
semakin sempurna, semakin hidup ...
(atau ada jawaban lain??)

Walaupun memang bukan menjadi sebuah jaminan "berdua lebih baik daripada seorang diri" (ada kok yang berdua jadi makin ancur tuh mereka)

Oleh sebab itu, ayat 24 menjadi penting ...
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Ada peran orangtua, keluarga di situ ... Perannya apa?
Kerinduan untuk melihat keluarga baru nanti ini menjadi semakin dewasa ... menjadi kuat dalam menghadapi setiap badai pergumulan yang pasti akan dihadapi di kemudian hari ...

Memang ... "mereka akan meninggalkan" orangtua ... Akan tetapi itu bukan berarti "putus hubungan" kan ...

Yang dilakukan oleh orang tua hanyalah
"melepaskan anak-anak yang sekarang sudah memiliki keluarga sendiri ini ... melepaskan mereka dari gendongan orang tua"

Yang terakhir ...
Saya suka prinsip ini
1+1 = 1

Bagaimana mungkin 1+1 = 1 ???? Bukan di "kali", bukan juga di "bagi", bukan juga di "kurang" ... Akan tetapi 1 di tambah 1 sama dengan 1 ????

Saya mau cerita sedikit ... pernah suatu hari saya ngobrol dengan seorang pengemudi angkot yang masih muda .. dan cerita kami waktu tentang seputar hidup keluarga (ternyata mas mas itu sudah punya istri dan anak, walaupun usianya masih semuda itu ...)

Kemudian dia ngomong ke saya:
"Wah mas ... nanti kalau sudah berkeluarga pasti orientasi kita jadi beda lah sama waktu kita masih bujangan mah! Dulu mah kalau mau makan bisa aja hajar sana-sini mau di mana aja tinggal keluarin duit yang kita punya ... Dulu kalau mau main-main ke mana-mana mah tinggal berangkat aja sama teman-teman ... Nah sekarang kan gak bisa lagi kayak gitu .. Mau makan sendirian .. keinget sama anak istri di rumah .. mau pergi main, nanti anak istri saya gmana ... Bedalah pasti nanti kalau mas sudah punya keluarga sih ..."

1+1 = 1
prinsip itu hanya bisa terjadi ketika masing-masing "satu" itu rela "kehilangan 1/2 dirinya" ... 1/2 yang merupakan sisi keegoisan diri, kesenangan sendirinya .. setiap yang "satu" itu rela kehilangan 1/2 untuk menjadi 1/2 + 1/2 = 1

Kejadian 2:18-25 | Inilah Dia!

pacaran
Mengawali renungan kita hari ini dalam rangka persiapan pernikahan saudara dan saudari kita yang sedang berbahagia ini ... saya mau mengajak kita untuk mengingat masa-masa awal PDKT-nya dulu .... dimana? gmana? darimana tahu kalau memang dia suka?

Kan biasanya yah ... suasana hati seseorang itu ... biasanya terlihat dari mana? Raut wajahnya? Gak juga ... bisa ketipu kok kita dengan raut wajah seseorang ... Dari hatinya? Susah atuh kita kalau mau lihat isi hati seseorang. Dari gerak-geriknya? Kalau cowokl mungkin bisa .. tapi kalau cewek? biasanya kan susah ditebak ... disangka suka eh kok ya malah benci, tapi pas disangka benci eh kok ya malah kangen ...

Nah setiap kali saya ketemu sama orang-orang yang udah pada punya pacar atau bahkan yang seperti bung sama mba yang sebentar lagi mau menikah ini ... Saya selalu penasaran gmana sih sampai pada akhirnya .. Ini dia nih orangnya! Pasangan hidup saya! Soulmate yang selama ini saya cari! ...

Boleh dong ceritain dikit pengalaman perjuangan mas sama mba waktu dulu PDKT nya gmana ...

Sambil nunggu mikir ... siap cerita ... saya punya satu surat nih dari seseorang yang sayang banget sama ceweknya dan tiap hari dia berdoa ... dan doanya itu dia tulis begini ... [Jadi jawaban 1: lihat dari tulisan-tulisannya, diary nya kalau ada dan bisa dilihat ... Jawaban 2: lihat aja dia lagi suka dengerin lagu apa hehehhe]

Kalau si mas yang saya ceritain ini, dia mengungkapkan perasaannya, perjuangannya dengan sebuah tulisan doa:

Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah…
Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah….
Jika dia tidak berjodoh denganku,

maka jadikanlah kami jodoh …
Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku…
Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku,

jangan sampai dia dapet jodoh yang lain,

biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku…

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,

jodohkanlah kami kembali…

Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku….

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,

biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain
dan kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku …
Amien.

Hahahaha ... maksa banget sih ya dia hahahahaha ...
Kembali ke mas dan mba sekarang .. sudah siap dengan cerita PDKT-annya dulu?

Oke ... itu cerita tentang kita ... saya mau ajak kita sekarang untuk melihat apa yang dipahami oleh iman kita tentang hidup berkeluarga ... tentang jodoh!

Kejadian 12:18-25
Keluarga adalah ide - inisiatif Allah sendiri!
Allah yang membentuk, merancang
dan kemudian mempertemukan
dan mempersatukan sebuah keluarga!

Allah tahu bahwa "tidak baik manusia seorang diri saja"
dan oleh karena itu Allah menjadikan seorang penolong yang sepadan bagi setiap kita.

Tapi biasanya yang menjadi masalah kita adalah "Masa pencariannya"!
Di cari ke mana-mana kok ya gak ketemu-ketemu tuh yang namanya penolong yang sepadan itu!

Adam, dalam pembacaan Alkitab kita hari ini pun sempat mencari-cari ke mana-mana (bahkan dia sempat mencari ke kawanan binatang lho ... dan jelaslah dia tidak menemukan penolong yang sepadan itu).

Artinya apa?
Artinya Adam butuh waktu untuk menemukan rancangan Allah untuk jodohnya itu!
Jadi kuncinya ... selain usaha kita untuk mencari dan keyakinan bahwa Allah menyediakan yang terbaik bagi kita ... satu lagi: waktu!

Adam siap, akan tetapi yang sedang disediakan oleh Allah masih di bentuk dulu oleh Tuhan. Kadang kan kita juga gitu ... "Tuhan aku siap ini untuk melanjutkan ke lembaran kehidupan yang baru (pernikahan) ... tapi kok ke mana tuh soulmate saya ya???" ... Kitanya siap, akan tetapi .. mungkin saja ... soulmate nya kita itu masih "dipersiapkan dan dibentuk" terlebih dahulu oleh Tuhan ...

Dan ketika segala sesuatunya sudah siap di mata Allah ... Allah yang kemudian mempertemukan mereka ... sehingga mereka pun bisa berkata: INILAH DIA!!!

Sewaktu awal-awal masa pacaran ... belum tentu lho suara "Inilah dia!" muncul ...
Mungkin yang muncul adalah "Apakah mungkin memang dia Tuhan orangnya???"

Nah ... saya jadi penasaran lagi nih kan ... kenapa pada akhirnya mas dan mba ... dan juga kita yang sekarang yang sudah menikah (kita?) ... bapak dan ibu, mas dan mba pada akhirnya berani bilang kepada semua orang, keluarga bahwa: "INILAH DIA!"

Ada keyakinan, ada percaya, ada iman bahwa
bersama dengan dirinya hidup ini menjadi
semakin sempurna, semakin hidup ...
(atau ada jawaban lain??)

Walaupun memang bukan menjadi sebuah jaminan "berdua lebih baik daripada seorang diri" (ada kok yang berdua jadi makin ancur tuh mereka)

Oleh sebab itu, ayat 24 menjadi penting ...
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Ada peran orangtua, keluarga di situ ... Perannya apa?
Kerinduan untuk melihat keluarga baru nanti ini menjadi semakin dewasa ... menjadi kuat dalam menghadapi setiap badai pergumulan yang pasti akan dihadapi di kemudian hari ...

Memang ... "mereka akan meninggalkan" orangtua ... Akan tetapi itu bukan berarti "putus hubungan" kan ...

Yang dilakukan oleh orang tua hanyalah
"melepaskan anak-anak yang sekarang sudah memiliki keluarga sendiri ini ... melepaskan mereka dari gendongan orang tua"

Yang terakhir ...
Saya suka prinsip ini
1+1 = 1

Bagaimana mungkin 1+1 = 1 ???? Bukan di "kali", bukan juga di "bagi", bukan juga di "kurang" ... Akan tetapi 1 di tambah 1 sama dengan 1 ????

Saya mau cerita sedikit ... pernah suatu hari saya ngobrol dengan seorang pengemudi angkot yang masih muda .. dan cerita kami waktu tentang seputar hidup keluarga (ternyata mas mas itu sudah punya istri dan anak, walaupun usianya masih semuda itu ...)

Kemudian dia ngomong ke saya:
"Wah mas ... nanti kalau sudah berkeluarga pasti orientasi kita jadi beda lah sama waktu kita masih bujangan mah! Dulu mah kalau mau makan bisa aja hajar sana-sini mau di mana aja tinggal keluarin duit yang kita punya ... Dulu kalau mau main-main ke mana-mana mah tinggal berangkat aja sama teman-teman ... Nah sekarang kan gak bisa lagi kayak gitu .. Mau makan sendirian .. keinget sama anak istri di rumah .. mau pergi main, nanti anak istri saya gmana ... Bedalah pasti nanti kalau mas sudah punya keluarga sih ..."

1+1 = 1
prinsip itu hanya bisa terjadi ketika masing-masing "satu" itu rela "kehilangan 1/2 dirinya" ... 1/2 yang merupakan sisi keegoisan diri, kesenangan sendirinya .. setiap yang "satu" itu rela kehilangan 1/2 untuk menjadi 1/2 + 1/2 = 1


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER