Matius 6:25-34 | Yang Terutama di dalam Hidup Ini

Yang Terutama di Dalam Hidup Ini
Matius 6:25-34


Pembukaan

Ini kisah nyata yang terjadi di Korea. Dr. L. Maurin menceritakan tentang seorang pengusaha Kristen yang sedang melakukan perjalanan ke Korea. Di sebuah ladang di tepi jalan ada seorang pemuda yang menarik bajak sederhana sementara seorang pria tua memegangi pegangan bajakan itu.

Si pengusaha itu tertarik untuk melihatnya dan berkata: “Menarik sekali! Saya kira orang-orang itu sangat miskin ya” katanya kepada misionaris yang menjadi penerjemah dan pemandu pengusaha itu. “Ya”,  jawab sang misionaris,
“ … kedua orang itu Kristen. Waktu gereja mereka dibangun, mereka sangat ingin untuk mempersembahkan sesuatu untuk gereja itu, tetapi mereka tidak memiliki uang. Jadi, mereka memutuskan untuk menjual satu-satunya kerbau mereka dan memberikan hasilnya kepada gereja. Musim semi ini mereka menarik sendiri bajak mereka.”

Mendengar hal itu, si pengusaha pun terdiam, lalu ia berkata, “Itu benar-benar pengorbanan sejati.” Sang Misionaris berkata, “Mereka tidak menyebutnya demikian … Mereka menganggap diri mereka beruntung karena mereka punya kerbau untuk dijual …”


Penjelasan & Penerapan Bahan

Terkesima dengan sikap yang diperlihatkan oleh sekeluarga petani, yang dikatakan oleh sang pengusaha tadi: sangat miskin, itu? Bukan hanya sekedar mereka telah memberikan apa yang paling penting dari tengah kehidupan mereka, yaitu sapi mereka, tetapi lebih dari itu … Mereka memandang apa yang mereka lakukan untuk Tuhan itu bukanlah sebuah pengorbanan, tetapi … … … ungkapan syukur karena mereka bisa melakukan sesuatu untuk Tuhan bagi gereja-Nya.

Jika mau mencari satu kisah nyata yang menggambarkan perikop kita hari ini, tentang “Hal Kekuatiran” … ingatlah kisah tentang keluarga petani miskin dari Korea tadi.

Ada enam kata ‘kuatir’ dalam teks kita hari ini. Dalam bahasa aslinya, Yunani: Merimnao … Salah satu arti harafiah dari kata ‘merimnao’ ini adalah membagi pikiran … Kekuatiran sangat ahli dalam membelokkan pikiran kita dalam menjalani kehidupan.  Ketika kita kuatir, kita bisa melupakan apa yang harus kita kerjakan dan bisa kita kerjakan dalam kehidupan ini.
(Jika keluarga yang disebut miskin tadi oleh si pengusaha itu, mereka kuatir, bisa saja mereka tidak melakukan apa yang bisa mereka lakukan dalam membajak sawah mereka itu)

Yesus dalam bahan Alkitab kita hari ini mengajak kita untuk berpikir dan memusatkan pikiran kita pada satu hal: … ayat 32: “Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu”.

Saya pernah baca kutipan yang mengatakan begini: “Tuhan yang baik akan mengirimkan makanan bagi semua burung di udara. Tetapi Tuhan tidak akan melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka”.

Tuhan tahu apa yang menjadi kebutuhan kita. Dan sama seperti yang telah dilakukan-Nya kepada burung-burung di langit (ayat 26), bunga bakung di ladang (ayat 28) … yang diperhatikan dan dipelihara oleh Tuhan dengan sedemikian baiknya itu … Apalagi kita?

Untuk melawan kekuatiran yang mungkin hadir dalam kehidupan kita, Yesus pun sudah mengatakan kepada kita sekarang dalam perikop ini, ayat 33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Ada banyak orang yang mungkin kuatir dalam kehidupan mereka. Kuatir tentang banyak hal: keadaan ekonomi, masa depan, pekerjaan, … atau bahkan jodoh …

Jika hidup kita ini diibaratkan bak sebuah kendaraan bermotor, kita semua ini tak akan mampu berjalan dan melakukan sesuatu tanpa bahan bakar. Ayat 33 yang tadi itu adalah bahan bakar bagi kita sebagai orang percaya untuk tetap melanjutkan kehidupan kita dengan percaya bahwa Tuhan menyediakan bagi kita yang baik, bahkan yang terbaik.

Tapi sayang, ada beberapa orang di luar sana yang berpikir bisa tetap menaiki motor kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama, tanpa harus mengalami mogok karena kehabisan bensin.

Tanya kenapa?
(Itu dia yang mau kita diskusikan hari ini … )
Previous
Next Post »