I Timotius 4:1-16 | Melatih Diri Beribadah - Pdt. Gerry Atje

Melatih Diri Beribadah

 
Pembukaan

Ini menarik, dalam teks Alkitab kita hari ini, dinyatakan tentang dua hal yang berbeda, dalam ayat 7-8: Latihan badani dan satu lagi Latihan ‘rohani’ (yaitu melatih diri beribadah).

Ada begitu banyak orang yang secara sadar dan rela sepenuh hati untuk melakukan hal yang satu itu, sedangkan untuk hal yang satunya lagi … agak mandek sedikit.

Ini kesaksian seorang artis di Indonesia yang berhasil:
 Siang hari, Tina baru bebas mengonsumsi menu makanan seperti biasa. Ayam bakar, sayuran, tahu, tempe dan tanpa nasi. “Kadang saya pakai setengah kentang rebus. Malamnya, saya hanya makan buah seperti apel, pisang, pear dan jeruk. Jika tidak, biasanya saya bikin jus.” Seminggu sekali, ia masih membolehkan dirinya menikmati cake dan es krim, tapi dalam porsi kecil. 

Itu semua ia barengi dengan melakukan olahraga di gym dan renang setiap dua hari sekali. Hasilnya, dalam berat saya 78 turun menjadi 53 kg. “Sekarang, berat saya bertahan di 50kg dan masih menerapkan pola diet tanpa nasi,” katanya bangga.

Tahun 2011 lalu, sebelum persiapan launching album terbarunya, I Love Music, penyanyi bernama Agustina Harmanto (19) ini harus diet mati-matian untuk menurunkan berat badannya. Selama 8 bulan, berat badannya turun hampir 25 kg! “Saya menerapkan diet ketat tanpa nasi,” ujar Tina. Untuk sarapan pagi, ia hanya mengonsumsi semangkuk sereal gandum dan segelas susu rendah lemak.

Bapak ibu pernah melakukan “latihan badani” ekstra ketat seperti itu, dan berhasil? Pernah.

Penjelasan dan Penerapan Bahan

Dalam teks kita, Timotius berhadapan dengan begitu banyak ajaran-ajaran dan pengajar-pengajarnya yang dikatakan sesat (ayat 1) … dan itu memang sudah sudah dinubuatkan. Bahkan sudah dinubuatkan pula bahwa akan ada orang yang mengikuti ajaran yang sesat itu di kemudian hari.

Salah satu cara yang bisa kita gunakan untuk melawan “si sesat” itu adalah tepat seperti yang digambarkan oleh Rasul Paulus dalam ayat ke 7b “Latihlah dirimu beribadah”

Menarik juga bila kita menyadari bahwa telah disebutkan antara dua latihan yang bisa kita lakukan sekarang ini, ada satu perbedaan paling mendasar. Manfaatnya, yang satu terbatas manfaatnya hanya di sepanjang kita ada di dunia (kita agak kurus, kita jadi agak putihan dikit … itu selama kita di dunia aja manfaatnya), tetapi yang satunya lagi … Melatih Diri Beribadah, memiliki manfaat yang melampaui masa: baik untuk hidup sekarang ini, maupun untuk hidup di masa yang akan datang (ayat 8)

Mari kita lihat kehidupan kita di masa sekarang dalam memperjuangkan “Latihan Beribadah” …

Dulu, saya pernah share tentang seorang ibu di Barat yang di sepanjang 20 tahun hidupnya, dia telah menciptakan rekor tidak pernah absen dalam hal beribadah. Kebayangkan waktu hujan deras banget, jalanan macet berat, badan sakit flu dan batuk-batuk … tetapi ibu itu tadi tetap berkata kepada dirinya: “Saya harus tetap datang beribadah”. Keren kan.

Kita?
Sesukses apa kita hari ini melatih diri kita dalam hal beribadah?

Pokok Diskusi:
Hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan di masa kini agar kita bisa sukses melatih diri beribadah?

I Timotius 4:1-16 | Melatih Diri Beribadah


Melatih Diri Beribadah

 
Pembukaan

Ini menarik, dalam teks Alkitab kita hari ini, dinyatakan tentang dua hal yang berbeda, dalam ayat 7-8: Latihan badani dan satu lagi Latihan ‘rohani’ (yaitu melatih diri beribadah).

Ada begitu banyak orang yang secara sadar dan rela sepenuh hati untuk melakukan hal yang satu itu, sedangkan untuk hal yang satunya lagi … agak mandek sedikit.

Ini kesaksian seorang artis di Indonesia yang berhasil:
 Siang hari, Tina baru bebas mengonsumsi menu makanan seperti biasa. Ayam bakar, sayuran, tahu, tempe dan tanpa nasi. “Kadang saya pakai setengah kentang rebus. Malamnya, saya hanya makan buah seperti apel, pisang, pear dan jeruk. Jika tidak, biasanya saya bikin jus.” Seminggu sekali, ia masih membolehkan dirinya menikmati cake dan es krim, tapi dalam porsi kecil. 

Itu semua ia barengi dengan melakukan olahraga di gym dan renang setiap dua hari sekali. Hasilnya, dalam berat saya 78 turun menjadi 53 kg. “Sekarang, berat saya bertahan di 50kg dan masih menerapkan pola diet tanpa nasi,” katanya bangga.

Tahun 2011 lalu, sebelum persiapan launching album terbarunya, I Love Music, penyanyi bernama Agustina Harmanto (19) ini harus diet mati-matian untuk menurunkan berat badannya. Selama 8 bulan, berat badannya turun hampir 25 kg! “Saya menerapkan diet ketat tanpa nasi,” ujar Tina. Untuk sarapan pagi, ia hanya mengonsumsi semangkuk sereal gandum dan segelas susu rendah lemak.

Bapak ibu pernah melakukan “latihan badani” ekstra ketat seperti itu, dan berhasil? Pernah.

Penjelasan dan Penerapan Bahan

Dalam teks kita, Timotius berhadapan dengan begitu banyak ajaran-ajaran dan pengajar-pengajarnya yang dikatakan sesat (ayat 1) … dan itu memang sudah sudah dinubuatkan. Bahkan sudah dinubuatkan pula bahwa akan ada orang yang mengikuti ajaran yang sesat itu di kemudian hari.

Salah satu cara yang bisa kita gunakan untuk melawan “si sesat” itu adalah tepat seperti yang digambarkan oleh Rasul Paulus dalam ayat ke 7b “Latihlah dirimu beribadah”

Menarik juga bila kita menyadari bahwa telah disebutkan antara dua latihan yang bisa kita lakukan sekarang ini, ada satu perbedaan paling mendasar. Manfaatnya, yang satu terbatas manfaatnya hanya di sepanjang kita ada di dunia (kita agak kurus, kita jadi agak putihan dikit … itu selama kita di dunia aja manfaatnya), tetapi yang satunya lagi … Melatih Diri Beribadah, memiliki manfaat yang melampaui masa: baik untuk hidup sekarang ini, maupun untuk hidup di masa yang akan datang (ayat 8)

Mari kita lihat kehidupan kita di masa sekarang dalam memperjuangkan “Latihan Beribadah” …

Dulu, saya pernah share tentang seorang ibu di Barat yang di sepanjang 20 tahun hidupnya, dia telah menciptakan rekor tidak pernah absen dalam hal beribadah. Kebayangkan waktu hujan deras banget, jalanan macet berat, badan sakit flu dan batuk-batuk … tetapi ibu itu tadi tetap berkata kepada dirinya: “Saya harus tetap datang beribadah”. Keren kan.

Kita?
Sesukses apa kita hari ini melatih diri kita dalam hal beribadah?

Pokok Diskusi:
Hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan di masa kini agar kita bisa sukses melatih diri beribadah?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER