Kisah Para Rasul 2:1-13 | Menembus Batas - Pdt. Gerry Atje
Menembus Batas 
Kisah Para Rasul 2:1-13 

Ini hanya cerita saja, bukan kisah nyata sepertinya ... Seorang pendeta mempersiapkan khotbahnya di hari Pentakosta dengan sangat menggebu-gebu, bersemangat. Saking bersemangatnya, pendeta itu pun mempersiapkan satu peragaan visual tentang turunnya Roh Kudus. Kan biasanya dalam Alkitab, Roh Kudus digambarkan juga dengan burung Merpati ... maka ia mempersiapkan seekor burung merpati yang ia titipkan ke seorang pemuda. Pesannya kepada pemuda itu, “Besok hari minggu pas saya khotbah ... kalau kamu dengar saya berkata, Maka turunlah Roh Kudus, kamu jangan lupa ya ... lepasin ini burung merpati ke arah mimbar.”

Keesokan harinya ... ketika pendeta itu mulai berkhotbah, dia pun berkata ... “Maka turunlah Roh Kudus!” ... Tetapi apa nyana yang terjadi ... Ternyata si pemuda ini malah teriak “Pak Pendeta, Roh Kudusnya kabur ke arah jendela atas” (Jadi bukannya malah ke arah mimbar, eh malah tu burung merpati kabur ke arah jendela dan terbang entah ke mana)

Apa yang kita persiapkan memang kadang tidak berjalan sesuai rencana, bukan? J Tetapi bersyukurlah karena kalau Tuhan yang punya rencana dan persiapan, maka Dia tidak akan pernah gagal. Apa yang kita baca hari ini dalam Alkitab kita sebenarnya sudah dinyatakan oleh Tuhan Yesus, sejak kenaikan-Nya ke Surga. Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku (Kisah Rasul 1:8)

Sepuluh hari kemudian setelah Yesus terangkat ke surga, apa yang sudah dinyatakan-Nya itu benar terjadi.

Kejadiannya pun istimewa. Ketika orang berkerumun, Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api turun dan hinggap dalam diri mereka masing masing. Hasilnya istimewa, dikatakan di sana, semua orang pada bingung karena orang-orang percaya pada waktu itu mampu berbicara menggunakan bahasa-bahasa asing, yaitu bahasa dari tempat mereka berasal (ayat 8). Mereka memberikan kesaksian tentang apa yang telah Allah perbuat bagi mereka (ayat 11).

Kalau kita pikir-pikir, siapa sih orang percaya di waktu itu? Apakah mereka termasuk dalam “golongan orang-orang pintar”? Tidak, para murid bukanlah orang-orang yang pintar (bila mau menilik dalam hal “akademis”). Kebanyakan dari mereka kan cuma nelayan.

Tetapi ketika Roh Allah menaungi diri mereka, apa yang mereka tidak mampu lakukan dengan diri mereka sendiri, kini bersama Tuhan ... mereka bisa melakukan perkara-perkara besar yang sebetulnya itu benar-benar jauh diluar jangkauan daya yang mereka miliki. Roh Allah membuat mereka mampu menembus batasan-batasan logika. Sebab gak ada logikanya para orang percaya waktu itu mampu berbicara menggunakan bahasa-bahasa asing sekilat itu.

Hari ini, Roh Allah pun memimpin kehidupan kita. Apa yang kita pikir pada awalnya “hal itu tidak mungkin” ... tetapi ternyata bersama pimpinan Roh Kudus-Nya, kita sanggup melakukan hal itu.

Kadang, yang memberikan batasan terhadap karya Allah berlaku dalam kehidupan kita itu, bukan Dia ... melainkan diri kita sendiri.
“Tuhan, aku tak mampu untuk mengampuni dan memaafkannya!”
“Tuhan, umur 30 tahun gini, kerjaan masih belum jelas ... gmana cewek ada yang mau sama saya?!”
“Tuhan, semua sudah kulakukan ... tetapi hasilnya masih nihil!” 


Jangan berhenti sampai di situ.
Roh Allah akan selalu bekerja di dalam diri setiap orang yang tidak pernah membatasi karya-Nya.


Pokok Diskusi
Adakah pengalaman dipimpin oleh Roh Kudus sehingga kita mampu menembus batas dalam kehidupan kita? Sharing. 

Kisah Para Rasul 2:1-13 | Menembus Batas

Menembus Batas 
Kisah Para Rasul 2:1-13 

Ini hanya cerita saja, bukan kisah nyata sepertinya ... Seorang pendeta mempersiapkan khotbahnya di hari Pentakosta dengan sangat menggebu-gebu, bersemangat. Saking bersemangatnya, pendeta itu pun mempersiapkan satu peragaan visual tentang turunnya Roh Kudus. Kan biasanya dalam Alkitab, Roh Kudus digambarkan juga dengan burung Merpati ... maka ia mempersiapkan seekor burung merpati yang ia titipkan ke seorang pemuda. Pesannya kepada pemuda itu, “Besok hari minggu pas saya khotbah ... kalau kamu dengar saya berkata, Maka turunlah Roh Kudus, kamu jangan lupa ya ... lepasin ini burung merpati ke arah mimbar.”

Keesokan harinya ... ketika pendeta itu mulai berkhotbah, dia pun berkata ... “Maka turunlah Roh Kudus!” ... Tetapi apa nyana yang terjadi ... Ternyata si pemuda ini malah teriak “Pak Pendeta, Roh Kudusnya kabur ke arah jendela atas” (Jadi bukannya malah ke arah mimbar, eh malah tu burung merpati kabur ke arah jendela dan terbang entah ke mana)

Apa yang kita persiapkan memang kadang tidak berjalan sesuai rencana, bukan? J Tetapi bersyukurlah karena kalau Tuhan yang punya rencana dan persiapan, maka Dia tidak akan pernah gagal. Apa yang kita baca hari ini dalam Alkitab kita sebenarnya sudah dinyatakan oleh Tuhan Yesus, sejak kenaikan-Nya ke Surga. Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku (Kisah Rasul 1:8)

Sepuluh hari kemudian setelah Yesus terangkat ke surga, apa yang sudah dinyatakan-Nya itu benar terjadi.

Kejadiannya pun istimewa. Ketika orang berkerumun, Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api turun dan hinggap dalam diri mereka masing masing. Hasilnya istimewa, dikatakan di sana, semua orang pada bingung karena orang-orang percaya pada waktu itu mampu berbicara menggunakan bahasa-bahasa asing, yaitu bahasa dari tempat mereka berasal (ayat 8). Mereka memberikan kesaksian tentang apa yang telah Allah perbuat bagi mereka (ayat 11).

Kalau kita pikir-pikir, siapa sih orang percaya di waktu itu? Apakah mereka termasuk dalam “golongan orang-orang pintar”? Tidak, para murid bukanlah orang-orang yang pintar (bila mau menilik dalam hal “akademis”). Kebanyakan dari mereka kan cuma nelayan.

Tetapi ketika Roh Allah menaungi diri mereka, apa yang mereka tidak mampu lakukan dengan diri mereka sendiri, kini bersama Tuhan ... mereka bisa melakukan perkara-perkara besar yang sebetulnya itu benar-benar jauh diluar jangkauan daya yang mereka miliki. Roh Allah membuat mereka mampu menembus batasan-batasan logika. Sebab gak ada logikanya para orang percaya waktu itu mampu berbicara menggunakan bahasa-bahasa asing sekilat itu.

Hari ini, Roh Allah pun memimpin kehidupan kita. Apa yang kita pikir pada awalnya “hal itu tidak mungkin” ... tetapi ternyata bersama pimpinan Roh Kudus-Nya, kita sanggup melakukan hal itu.

Kadang, yang memberikan batasan terhadap karya Allah berlaku dalam kehidupan kita itu, bukan Dia ... melainkan diri kita sendiri.
“Tuhan, aku tak mampu untuk mengampuni dan memaafkannya!”
“Tuhan, umur 30 tahun gini, kerjaan masih belum jelas ... gmana cewek ada yang mau sama saya?!”
“Tuhan, semua sudah kulakukan ... tetapi hasilnya masih nihil!” 


Jangan berhenti sampai di situ.
Roh Allah akan selalu bekerja di dalam diri setiap orang yang tidak pernah membatasi karya-Nya.


Pokok Diskusi
Adakah pengalaman dipimpin oleh Roh Kudus sehingga kita mampu menembus batas dalam kehidupan kita? Sharing. 

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER