Doa Jenderal Douglas MacArthur - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Berilah aku seorang anak laki-laki, ya Tuhan, 
yang cukup kuat untuk memahami bila ia lemah, 
yang cukup berani untuk menghadapi dirinya ketika ia takut. 

Berilah aku seorang anak laki-laki, 
yang keinginannya tidak akan selalu harus dituruti ... 

Aku mohon kepada-Mu, ya Tuhan, 
pimpinlah dia bukan dalam jalan kemudahan dan kenyamanan, 
melainkan di bawah berbagai tekanan, kesukaran dan tantangan. 

Biarkan dia belajar berdiri kukuh di tengah badai, 
biarkan dia belajar mempedulikan orang lain yang jatuh. 

Berilah aku seorang anak laki-laki, 
yang hatinya jernih dan bercita-cita luhur, 
seorang anak yang akan mengatur dirinya sendiri 
sebelum dapat mengatur orang lain, 
yang akan menggapai masa depan, 
tanpa pernah melupakan masa lalunya. 

Aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, 
berilah dia rasa humor yang secukupnya, 
sehingga ia selalu serius tanpa harus menjadikan dirinya tertekan. 

Akhirnya, ya Tuhan, 
kalau semua ini telah terjadi, 
aku sebagai ayahnya dapat berkata lirih, 
“Hidupku tidaklah sia-sia”. 

Brian Cavanaugh, Rangkaian Kisah Bermakna VI, hlm. 70-71.

Doa Jenderal Douglas MacArthur


Berilah aku seorang anak laki-laki, ya Tuhan, 
yang cukup kuat untuk memahami bila ia lemah, 
yang cukup berani untuk menghadapi dirinya ketika ia takut. 

Berilah aku seorang anak laki-laki, 
yang keinginannya tidak akan selalu harus dituruti ... 

Aku mohon kepada-Mu, ya Tuhan, 
pimpinlah dia bukan dalam jalan kemudahan dan kenyamanan, 
melainkan di bawah berbagai tekanan, kesukaran dan tantangan. 

Biarkan dia belajar berdiri kukuh di tengah badai, 
biarkan dia belajar mempedulikan orang lain yang jatuh. 

Berilah aku seorang anak laki-laki, 
yang hatinya jernih dan bercita-cita luhur, 
seorang anak yang akan mengatur dirinya sendiri 
sebelum dapat mengatur orang lain, 
yang akan menggapai masa depan, 
tanpa pernah melupakan masa lalunya. 

Aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, 
berilah dia rasa humor yang secukupnya, 
sehingga ia selalu serius tanpa harus menjadikan dirinya tertekan. 

Akhirnya, ya Tuhan, 
kalau semua ini telah terjadi, 
aku sebagai ayahnya dapat berkata lirih, 
“Hidupku tidaklah sia-sia”. 

Brian Cavanaugh, Rangkaian Kisah Bermakna VI, hlm. 70-71.

Terima Renungan via Email