II Timotius 3:10-17 | I Quit! - Pdt. Gerry Atje
i quit
Keadaan manusia pada akhir zaman
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan pembacaan Kitab Suci
3:10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Syalom semua. Apa kabar bapak dan ibu hari ini? Baik? Kita, saya dan bapak ibu, mungkin ada yang baru pertama kali bertemu ... boleh nanya lagi gak? Kalau tadi saya nanya tentang apa kabarnya, lalu bapak dan ibu menjawabnya dengan kata: baik ... Masih inget gak kapan terakhir kalinya bapak dan ibu dan teman-teman muda berhadapan dengan situasi di mana ketika ada orang yang nanya kabar kita, untuk menjawab: baik ... itu susahnya minta ampun. Maksudnya keadaan yang sedang kita alami memang lagi berat-beratnya ...

- Bergumul
- Terbeban
- Sakit
- Seperti gak ada jalan keluar
- Ngerasa sedih banget
- (buat anak-anak muda): kapan terakhir galau?

Masih ingat? Pasti masih ingat peristiwa itu. Sudah ingat? Berat ya kalau kita mengingat di mana kita tahu bahwa bebannya memang gak ringan banget.

Boleh nanya sekali lagi gak?
Jika waktu itu kita memang sedang berat-beratnya punya beban ... Apa yang membuat bapak dan ibu dan teman-teman muda hari ini mampu tetap bertahan dan melanjutkan hidup kita sampai sekarang? Ada yang mau share?

Sewaktu orang lain dengan mudahnya menasihati:
- Move on
- Let it go
- Life Must Go On

Dalam hati kecil kita sewaktu berbeban berat itu pun berteriak:
Lw gak tahu aja apa yang gw alamin dan rasain sekarang!!

Saya suka nonton film. Ada satu scene di film 3 Idots, seorang mahasiswa bernama Joy Lobo berjuang untuk lulus jadi insinyur. Tapi dia gak lulus-lulus ... penelitian di skripsinya terhambat. Dan ketika dia merasa dia sudah mentok sementok-mentoknya, gak bisa ngapa-ngapain lagi ... akhirnya dia ambil keputusan: I Quit! (Kalau bapak dan ibu nonton filmnya, pasti tahu ending nya kawan kita yang bernama Joy Lobo ini)

Saya mau ajak kita share tentang hal ini, bahwa pengalaman berada di masa-masa paling berat ... itu pasti akan kita alami dalam perjalanan hidup kita ... kapan saja, di mana saja ... itu bisa terjadi, di rumah – di lingkungan – di gereja ... waktu kuliah – di tempat kerja – di tempat pelayanan ... Kita bisa bertemu dengan hal-hal yang berat itu.


Bagian Alkitab yang kita baca hari ini menceritakan tentang keadaan seorang anak muda yang bernama Timotius, yang waktu itu memang lagi berat-beratnya. Dalam teks kita dikatakan:
- Menderita aniaya (ayat 11-12, lihat juga Pasal 2)
- Ada orang-orang yang jahat, menipu dan menyesatkan (ayat 13)

Dan jangan lupakan bahwa Firman Tuhan yang hari ini kita baca adalah kali keduanya dituliskan untuk menguatkan Timotius. Ini surat Rasul Paulus yang kedua untuk Timotius. Bayangkan, sampai dua kali disuratin, itu artinya pasti yang sedang dihadapi oleh Timotius sungguh tidak mudah.

Baca Juga:
II Timotius 3:10-16 | Tidak Sendirian
II Timotius 3:1-17 | Termotivasi
II Timotius 3:14-15 | Spon Bukan Bob

Yang mau kita sharingkan hari ini adalah tentang bagaimana sebenarnya Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa seharusnya kita mampu bertahan dan bahkan melampaui masa-masa tersulit yang kita alami ... mungkin hari ini.

1. Ayat 10
Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

Menemukan model-model yang mungkin pergumulannya mirip dengan kita.

Mereka pernah ada di situasi berat yang kita alami, dan mereka sukses melewati itu semua (makanya ada banyak orang juga kan yang suka baca buku biografi). Biasanya orang yang sedang bergumul berat akan selalu berpikir bahwa pergumulannya adalah yang paling berat sedunia. Padahal itu salah pasti. Sebab akan selalu ada orang-orang yang bergumulnya jauh jauh lebih lebih berat dibandingkan dengan apa yang kita alami hari ini. Dan mereka sukses melewati pergumulan mereka itu.

Beberapa hari ini saya lagi ngobrol dengan seorang teman yang merasa dirinya itu paling menderita sedunia. Gara-garanya ... putus sama pacarnya. Katanya sudah dua tahun lalu mereka putus. Kemudian kawan saya itu bercerita tentang keheranannya bahwa ada temannya yang lain yang bercerita kepadanya bahwa “itu belum ada apa-apanya”. Ternyata ada satu temannya lagi yang sudah lama juga pacaran, bahkan mereka sudah mau bertunangan, tapi bubar juga kok. Dan dia bisa keluar dari masa-masa sulitnya itu.

Menemukan model yang sukses, itu bisa menjadi salah satu kekuatan kita pastinya. “Tuhan aja menolong dia, masa Tuhan gak mau nolong saya.”

2. Ayat 11
Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Mengingat pengalaman Tuhan yang telah melepaskan kita.

Kalau hari ini kita sedang ada di masa terberat dalam hidup kita, mari kita mengingat bahwa, saya percaya, ini bukan kali pertamanya kita berada di situasi yang berat. Dulu mungkin kita pernah ada di situasi berat juga ... mungkin masalah yang berbeda, tetapi bebannya sama berat.

Jika Tuhan sanggup melepaskan dan menyelamatkan kita di masa paling berat dahulu yang telah kita lewati ... tanyakan saja pada diri kita, “Jika dahulu Tuhan telah melepaskan dan menyelamatkan hidupku, mengapa aku berpikir Tuhan gak sanggup melakukan hal yang sama juga sekarang ini?” Tuhan yang sama yang dahulu pernah mengizinkan kita berada dalam situasi berat dan telah menyelamatkan dan membebaskan kita dari pusaran beban itu, Tuhan yang sama akan melakukannya sekali lagi dan lagi dan lagi ketika hari ini (atau nanti) kita berada dalam situasi berat dalam hidup kita. Dia sanggup untuk melakukannya lagi untuk kita: membebaskan dan menyelamatkan kita.

3. Ayat 15-17
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Senjata yang paling ampuh yang kita miliki sebenarnya adalah meneliti apa yang sudah Tuhan kerjakan bagi kita dan bagi orang percaya di sepanjang zaman di Alkitab.

Di dalam Alkitab kita seharusnya bisa bertemu dengan pengalaman iman ribuan orang percaya. Kita bisa meneliti bagaimana kesaksian mereka tentang cara Tuhan menyelamatkan hidup orang yang percaya. Tetapi bagaimana bisa seseorang bertemu dan dikuatkan oleh Firman Tuhan kalau orangnya juga pada jarang dateng ke gereja – bersekutu dengan saudara seimannya?

Jika kita mau lari dari persoalan dan pergumulan yang kita hadapi hari ini, pastikan saja bahwa pelarian kita bukanlah pelarian yang sia-sia. Berlarilah kepada Tuhan, ceritakan semuanya kepada-Nya ... Biarkan Dia punya kesempatan untuk memulihkan diri kita.

Saya pernah kesel membaca tulisan seorang yang bernama Anthony Robbins, dia berkata di salah satu bukunya, “Jika suatu hari nanti ketika kita menengok ke belakang dan kemudian kita menertawakan apa yang terjadi hari ini ... Kenapa kita tidak mulai tertawa sekarang saja? Ini semua hanya masalah perspektif”. Awalnya kesel karena mikir, ini orang gak empati banget sih.

Tetapi ... jika Tuhan telah berkarya untuk memulihkan diri kita yang hancur hari ini ... bukankah memang benar bahwa kita punya kesempatan untuk “menertawakan” (baca: bersukacita) peristiwa berat yang kita alami sekarang di kemudian hari? Karena Tuhan pada akhirnya sanggup untuk menunjukkan selalu bahwa ada berkat yang terselubung di balik pergumulan-pergumulan yang kita hadapi hari ini. Hanya jika kita mau Tuhan menolong dan memulihkan diri kita ... Mau?

II Timotius 3:10-17 | I Quit!

i quit
Keadaan manusia pada akhir zaman
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
3:6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
3:7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
3:8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
3:9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan pembacaan Kitab Suci
3:10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Syalom semua. Apa kabar bapak dan ibu hari ini? Baik? Kita, saya dan bapak ibu, mungkin ada yang baru pertama kali bertemu ... boleh nanya lagi gak? Kalau tadi saya nanya tentang apa kabarnya, lalu bapak dan ibu menjawabnya dengan kata: baik ... Masih inget gak kapan terakhir kalinya bapak dan ibu dan teman-teman muda berhadapan dengan situasi di mana ketika ada orang yang nanya kabar kita, untuk menjawab: baik ... itu susahnya minta ampun. Maksudnya keadaan yang sedang kita alami memang lagi berat-beratnya ...

- Bergumul
- Terbeban
- Sakit
- Seperti gak ada jalan keluar
- Ngerasa sedih banget
- (buat anak-anak muda): kapan terakhir galau?

Masih ingat? Pasti masih ingat peristiwa itu. Sudah ingat? Berat ya kalau kita mengingat di mana kita tahu bahwa bebannya memang gak ringan banget.

Boleh nanya sekali lagi gak?
Jika waktu itu kita memang sedang berat-beratnya punya beban ... Apa yang membuat bapak dan ibu dan teman-teman muda hari ini mampu tetap bertahan dan melanjutkan hidup kita sampai sekarang? Ada yang mau share?

Sewaktu orang lain dengan mudahnya menasihati:
- Move on
- Let it go
- Life Must Go On

Dalam hati kecil kita sewaktu berbeban berat itu pun berteriak:
Lw gak tahu aja apa yang gw alamin dan rasain sekarang!!

Saya suka nonton film. Ada satu scene di film 3 Idots, seorang mahasiswa bernama Joy Lobo berjuang untuk lulus jadi insinyur. Tapi dia gak lulus-lulus ... penelitian di skripsinya terhambat. Dan ketika dia merasa dia sudah mentok sementok-mentoknya, gak bisa ngapa-ngapain lagi ... akhirnya dia ambil keputusan: I Quit! (Kalau bapak dan ibu nonton filmnya, pasti tahu ending nya kawan kita yang bernama Joy Lobo ini)

Saya mau ajak kita share tentang hal ini, bahwa pengalaman berada di masa-masa paling berat ... itu pasti akan kita alami dalam perjalanan hidup kita ... kapan saja, di mana saja ... itu bisa terjadi, di rumah – di lingkungan – di gereja ... waktu kuliah – di tempat kerja – di tempat pelayanan ... Kita bisa bertemu dengan hal-hal yang berat itu.


Bagian Alkitab yang kita baca hari ini menceritakan tentang keadaan seorang anak muda yang bernama Timotius, yang waktu itu memang lagi berat-beratnya. Dalam teks kita dikatakan:
- Menderita aniaya (ayat 11-12, lihat juga Pasal 2)
- Ada orang-orang yang jahat, menipu dan menyesatkan (ayat 13)

Dan jangan lupakan bahwa Firman Tuhan yang hari ini kita baca adalah kali keduanya dituliskan untuk menguatkan Timotius. Ini surat Rasul Paulus yang kedua untuk Timotius. Bayangkan, sampai dua kali disuratin, itu artinya pasti yang sedang dihadapi oleh Timotius sungguh tidak mudah.

Baca Juga:
II Timotius 3:10-16 | Tidak Sendirian
II Timotius 3:1-17 | Termotivasi
II Timotius 3:14-15 | Spon Bukan Bob

Yang mau kita sharingkan hari ini adalah tentang bagaimana sebenarnya Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa seharusnya kita mampu bertahan dan bahkan melampaui masa-masa tersulit yang kita alami ... mungkin hari ini.

1. Ayat 10
Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

Menemukan model-model yang mungkin pergumulannya mirip dengan kita.

Mereka pernah ada di situasi berat yang kita alami, dan mereka sukses melewati itu semua (makanya ada banyak orang juga kan yang suka baca buku biografi). Biasanya orang yang sedang bergumul berat akan selalu berpikir bahwa pergumulannya adalah yang paling berat sedunia. Padahal itu salah pasti. Sebab akan selalu ada orang-orang yang bergumulnya jauh jauh lebih lebih berat dibandingkan dengan apa yang kita alami hari ini. Dan mereka sukses melewati pergumulan mereka itu.

Beberapa hari ini saya lagi ngobrol dengan seorang teman yang merasa dirinya itu paling menderita sedunia. Gara-garanya ... putus sama pacarnya. Katanya sudah dua tahun lalu mereka putus. Kemudian kawan saya itu bercerita tentang keheranannya bahwa ada temannya yang lain yang bercerita kepadanya bahwa “itu belum ada apa-apanya”. Ternyata ada satu temannya lagi yang sudah lama juga pacaran, bahkan mereka sudah mau bertunangan, tapi bubar juga kok. Dan dia bisa keluar dari masa-masa sulitnya itu.

Menemukan model yang sukses, itu bisa menjadi salah satu kekuatan kita pastinya. “Tuhan aja menolong dia, masa Tuhan gak mau nolong saya.”

2. Ayat 11
Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Mengingat pengalaman Tuhan yang telah melepaskan kita.

Kalau hari ini kita sedang ada di masa terberat dalam hidup kita, mari kita mengingat bahwa, saya percaya, ini bukan kali pertamanya kita berada di situasi yang berat. Dulu mungkin kita pernah ada di situasi berat juga ... mungkin masalah yang berbeda, tetapi bebannya sama berat.

Jika Tuhan sanggup melepaskan dan menyelamatkan kita di masa paling berat dahulu yang telah kita lewati ... tanyakan saja pada diri kita, “Jika dahulu Tuhan telah melepaskan dan menyelamatkan hidupku, mengapa aku berpikir Tuhan gak sanggup melakukan hal yang sama juga sekarang ini?” Tuhan yang sama yang dahulu pernah mengizinkan kita berada dalam situasi berat dan telah menyelamatkan dan membebaskan kita dari pusaran beban itu, Tuhan yang sama akan melakukannya sekali lagi dan lagi dan lagi ketika hari ini (atau nanti) kita berada dalam situasi berat dalam hidup kita. Dia sanggup untuk melakukannya lagi untuk kita: membebaskan dan menyelamatkan kita.

3. Ayat 15-17
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Senjata yang paling ampuh yang kita miliki sebenarnya adalah meneliti apa yang sudah Tuhan kerjakan bagi kita dan bagi orang percaya di sepanjang zaman di Alkitab.

Di dalam Alkitab kita seharusnya bisa bertemu dengan pengalaman iman ribuan orang percaya. Kita bisa meneliti bagaimana kesaksian mereka tentang cara Tuhan menyelamatkan hidup orang yang percaya. Tetapi bagaimana bisa seseorang bertemu dan dikuatkan oleh Firman Tuhan kalau orangnya juga pada jarang dateng ke gereja – bersekutu dengan saudara seimannya?

Jika kita mau lari dari persoalan dan pergumulan yang kita hadapi hari ini, pastikan saja bahwa pelarian kita bukanlah pelarian yang sia-sia. Berlarilah kepada Tuhan, ceritakan semuanya kepada-Nya ... Biarkan Dia punya kesempatan untuk memulihkan diri kita.

Saya pernah kesel membaca tulisan seorang yang bernama Anthony Robbins, dia berkata di salah satu bukunya, “Jika suatu hari nanti ketika kita menengok ke belakang dan kemudian kita menertawakan apa yang terjadi hari ini ... Kenapa kita tidak mulai tertawa sekarang saja? Ini semua hanya masalah perspektif”. Awalnya kesel karena mikir, ini orang gak empati banget sih.

Tetapi ... jika Tuhan telah berkarya untuk memulihkan diri kita yang hancur hari ini ... bukankah memang benar bahwa kita punya kesempatan untuk “menertawakan” (baca: bersukacita) peristiwa berat yang kita alami sekarang di kemudian hari? Karena Tuhan pada akhirnya sanggup untuk menunjukkan selalu bahwa ada berkat yang terselubung di balik pergumulan-pergumulan yang kita hadapi hari ini. Hanya jika kita mau Tuhan menolong dan memulihkan diri kita ... Mau?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER