Titus 2:1-10 | Istimewa - Pdt. Gerry Atje

Istimewa

Bayangkanlah apabila semua hal yang baik yang dinyatakan oleh Tuhan melalui Rasul Paulus dalam perikop kita hari ini benar-benar hadir dalam kehidupan di sebuah keluarga ...

Mari kita hitung bersama ...

- Hidup sederhana
- Terhormat
- Bijaksana
- Sehat dalam iman, kasih dan tekun
- Hidup beribadah
- Tak suka fitnah
- Bukan hamba anggur
- Cakap mengajar hal yang baik
- Suka mendidik mengasihi
- Hidup suci
- Rajin mengatur rumah tangga
- Taat pada suami
- Penguasaan diri
- Menjadi teladan
- Jujur
- Beriman
- Sehat
- Tak bercela
- Taat dalam bekerja
- Tak membantah
- Tak curang, melainkan tulus
- Setia

Ada sekitar 24 hal baik yang disebutkan dalam perikop kita hari ini tentang kewajiban kehidupan orang-orang yang ada dalam sebuah keluarga kristen.

Boleh nanya?
Berapa banyak point yang didapat oleh keluarga kita hari ini jika tolak ukurnya adalah maksimal 24 point yang ada dalam perikop kita hari ini?

Saya kenal dengan satu keluarga yang jika saya boleh menilainya, maka saya tak akan ragu untuk menyebut keluarga itu layak untuk mendapat point antara 20-24 ... Keren ya.

Semoga bapak dan ibu gak marah kepada saya karena satu keluarga yang saya maksud itu adalah bukan keluarga kristen.

Seseorang atau keluarga yang bukan kristen tetapi hidup jauh lebih kristiani dibandingkan dengan seseorang atau keluarga yang mengaku mereka itu kristen.

Ini seperti seorang Gandhi, tokoh besar India, yang bukan seorang kristen (dia Hindu), tetapi hidupnya sangat kristiani. “Khotbah di Bukit” itu favorit Gandhi, makanya dia punya ajaran namanya Ahimsa ...

Ini pointnya ...
Untuk menjadi seorang yang baik atau keluarga yang baik ... gak perlu bawa-bawa agama. Seorang atheis yang mengaku tak punya agama pun bisa jadi orang atau keluarga yang baik.

Sekali lagi, semoga bapak dan ibu gak marah dengan kalimat barusan ... Sebab maksud saya sebenarnya adalah ini ...

Jika ada seseorang atau keluarga yang tidak mengenal Kristus mampu hidup baik ... bukankah kita atau keluarga kita yang jelas-jelas adalah pengikut ajaran Kristus seharusnya memiliki lebih dari sekedar cukup modal untuk menjalani hidup lebih dari sekedar baik ...
Seharusnya hidup kita ini sebagai pengikut Kristus ... Istimewa!

Kelanjutan perikop kita hari ini, satu ayat selanjutnya ... ayat 11 sebenarnya menjadi modal utama kita untuk bisa menjalani kehidupan lebih dari sekedar baik.
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

Garis bawahi kata “sudah nyata”. Bukan lagi angan-angan kosong, bayangan atau hanya sekedar impian belaka ... melainkan telah nyata diberikan kepada kita. Apa sih yang membedakan kita sebagai orang percaya dengan mereka yang belum mengenal Kristus? Ya modal utamanya itu tadi: karena keselamatan telah diberikan (bukan lagi dicari ya) kepada kita sebagai orang percaya. Itu modal utama sehingga hidup kita sebagai orang percaya dimampukan oleh-Nya untuk dijalani secara istimewa: lebih dari sekedar baik.

Lalu lihatlah kehidupan orang-orang atau keluarga-keluarga kristen hari ini ... gak perlu mengomentari orang lain atau keluarga lain, cukup melihat ke dalam diri sendiri dan ke dalam keluarga kita sendiri hari ini ... Apa istimewanya hidup kita atau keluarga kita sekarang sebagai pengikut Kristus?

Hidup kita ... Keluarga kita ... Apa istimewanya?

Titus 2:1-10 | Istimewa


Istimewa

Bayangkanlah apabila semua hal yang baik yang dinyatakan oleh Tuhan melalui Rasul Paulus dalam perikop kita hari ini benar-benar hadir dalam kehidupan di sebuah keluarga ...

Mari kita hitung bersama ...

- Hidup sederhana
- Terhormat
- Bijaksana
- Sehat dalam iman, kasih dan tekun
- Hidup beribadah
- Tak suka fitnah
- Bukan hamba anggur
- Cakap mengajar hal yang baik
- Suka mendidik mengasihi
- Hidup suci
- Rajin mengatur rumah tangga
- Taat pada suami
- Penguasaan diri
- Menjadi teladan
- Jujur
- Beriman
- Sehat
- Tak bercela
- Taat dalam bekerja
- Tak membantah
- Tak curang, melainkan tulus
- Setia

Ada sekitar 24 hal baik yang disebutkan dalam perikop kita hari ini tentang kewajiban kehidupan orang-orang yang ada dalam sebuah keluarga kristen.

Boleh nanya?
Berapa banyak point yang didapat oleh keluarga kita hari ini jika tolak ukurnya adalah maksimal 24 point yang ada dalam perikop kita hari ini?

Saya kenal dengan satu keluarga yang jika saya boleh menilainya, maka saya tak akan ragu untuk menyebut keluarga itu layak untuk mendapat point antara 20-24 ... Keren ya.

Semoga bapak dan ibu gak marah kepada saya karena satu keluarga yang saya maksud itu adalah bukan keluarga kristen.

Seseorang atau keluarga yang bukan kristen tetapi hidup jauh lebih kristiani dibandingkan dengan seseorang atau keluarga yang mengaku mereka itu kristen.

Ini seperti seorang Gandhi, tokoh besar India, yang bukan seorang kristen (dia Hindu), tetapi hidupnya sangat kristiani. “Khotbah di Bukit” itu favorit Gandhi, makanya dia punya ajaran namanya Ahimsa ...

Ini pointnya ...
Untuk menjadi seorang yang baik atau keluarga yang baik ... gak perlu bawa-bawa agama. Seorang atheis yang mengaku tak punya agama pun bisa jadi orang atau keluarga yang baik.

Sekali lagi, semoga bapak dan ibu gak marah dengan kalimat barusan ... Sebab maksud saya sebenarnya adalah ini ...

Jika ada seseorang atau keluarga yang tidak mengenal Kristus mampu hidup baik ... bukankah kita atau keluarga kita yang jelas-jelas adalah pengikut ajaran Kristus seharusnya memiliki lebih dari sekedar cukup modal untuk menjalani hidup lebih dari sekedar baik ...
Seharusnya hidup kita ini sebagai pengikut Kristus ... Istimewa!

Kelanjutan perikop kita hari ini, satu ayat selanjutnya ... ayat 11 sebenarnya menjadi modal utama kita untuk bisa menjalani kehidupan lebih dari sekedar baik.
Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

Garis bawahi kata “sudah nyata”. Bukan lagi angan-angan kosong, bayangan atau hanya sekedar impian belaka ... melainkan telah nyata diberikan kepada kita. Apa sih yang membedakan kita sebagai orang percaya dengan mereka yang belum mengenal Kristus? Ya modal utamanya itu tadi: karena keselamatan telah diberikan (bukan lagi dicari ya) kepada kita sebagai orang percaya. Itu modal utama sehingga hidup kita sebagai orang percaya dimampukan oleh-Nya untuk dijalani secara istimewa: lebih dari sekedar baik.

Lalu lihatlah kehidupan orang-orang atau keluarga-keluarga kristen hari ini ... gak perlu mengomentari orang lain atau keluarga lain, cukup melihat ke dalam diri sendiri dan ke dalam keluarga kita sendiri hari ini ... Apa istimewanya hidup kita atau keluarga kita sekarang sebagai pengikut Kristus?

Hidup kita ... Keluarga kita ... Apa istimewanya?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER