Bilangan 13:25-33 | Realistis - Optimis - Pdt. Gerry Atje

Realistis - Optimis

Kita pasti pernah pake kalimat ini, "Realistis dong!" Pernah? Pasti pernah. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata 'realistis' dengan arti bersifat nyata dan wajar. Sedangkan untuk kata yang satunya lagi yang menjadi tema kita hari ini, optimis, KBBI mendefinisikan kata itu sebagai 'selalu memiliki pandangan atau pengharapan yang baik dalam menghadapi segala hal.

Dalam hidup ini, ada kalanya kata realistis mengalahkan optimis. Maksud saya begini, kita ambil contoh aja ya dalam kehidupan sehari-hari ... mari kita hitung biaya hidup keluarga kita selama sehari ... sudah? Kalikan dengan 30 (hari dalam sebulan) ... Sudah? Sekarang bandingkan dengan pemasukan keluarga kita selama sebulan.

Bagaimana hasilnya? Itu realitasnya.
Realistisnya ada banyak orang yang mendapati bahwa apa yang menjadi 'biaya operasional rumah tangga' mereka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang 'realistis' mereka dapatkan dalam sebulan. Realistis mengalahkan optimis sewaktu mereka menjalani hidup yang sudah berat ini menjadi semakin berat. Realistis - Pesismis.

Akan tetapi, akan selalu ada orang-orang yang mampu mengalahkan segala sesuatu yang 'nampak realistis itu' (kan biasanya kalau kita nyebut kata "realistis" kan biasanya agak pesimis - negatif bukan artinya?) dengan optimis. Salah satu contoh konkretnya adalah apa yang kita baca dalam teks Alkitab kita hari ini.

Apa yang salah dari laporan 10 orang pengintai yang diperintahkan oleh Musa untuk mengintip keadaan Tanah Perjanjian itu? Bacalah sekali lagi ayat 27-29 .. Apa yang salah? Gak ada.

Realitanya memang begitu. Itu kenyataannya. Bangsa-bangsa yang mapan macam Amori atau Amalek ada di sana. Belum lagi keberadaan kaum raksasa seperti si Goliath itu yaitu kaum Enak, juga ada di sana. Itu realitanya. Realita yang membuat mereka (10 orang pengintai itu) pun mengambil kesimpulan yang ... menurut mereka ... paling realistis: ayat 31 ".. kita tidak dapat maju menyerang .. karena mereka lebih kuat daripada kita."

Itu dia contohnya 'realistisme yang mengalahkan optimisme. Tetapi apakah ada orang-orang yang .. mereka tahu realitanya bagaimana ... dan hebatnya mereka adalah mereka tak pernah menghapus optimisme dalam kamus kehidupan mereka? Ada dan akan selalu ada.

Yosua dan Kaleb mewakili orang-orang tipe 'realistis - optimis'.
Ketika Yosua dan Kaleb berkata dalam ayat 30: 
"Tidak! (pake tanda seru lho ini di ayatnya) Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (pake tanda seru lagi .. artinya pernyataan Yosua dalam ayat ini sangat keras dan bersemangat! - nah nah .. saya juga jadi ikutan pake tanda seru kan).

Yang seharusnya menjadi perenungan kita hari ini adalah ... kita dalam menjalani langkah kehidupan ini mau menjadi orang yang bertipe seperti apa? Realistis - Pesimis .. atau ...

Realistis - Optimis.
Saya suka dengan ucapan Zig Ziglar sewaktu dia menulis tentang dampak dari kata pesimis dalam kehidupan itu begini, singkat saja: "Pesimisme mengeruhkan air peluang". Kita akan kehilangan banyak sekali peluang dalam hidup kita ini bila kita yang sudah berpikir paling realistis ini bertemu dengan pesimisme.

Peluang itulah yang terus dihembuskan oleh Yosua dan Kaleb untuk melawan keruhnya air yang dibuat oleh 10 orang kawan pengintai lainnya itu (masih ingat dalam teks kita dikatakan bahwa 10 orang itu menyampaikan . "kabar busuk" .. ayat 32). Peluang bahwa kita bisa menang asal kita terus maju.

Hal yang kedua yang mau kita renungkan sebetulnya jauh lebih dalam dari pada sekedar kita menentukan akan menjalani kehidupan yang ber-tipe-kan apa .... Mari kita temukan modal apa yang kita punya sehingga dalam menghadapi hal-hal yang paling realistis yang terjadi dalam hidup kita sekarang ini (yang ... kadang memang memberatkan hati dan pikiran kita). Apa modal kita supaya kita bisa mengikuti jejak tipikal Kaleb dan Yosua ... menjadi seorang yang Realistis - Optimis.

Mari kita diskusikan bersama.

Bilangan 13:25-33 | Realistis - Optimis


Realistis - Optimis

Kita pasti pernah pake kalimat ini, "Realistis dong!" Pernah? Pasti pernah. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata 'realistis' dengan arti bersifat nyata dan wajar. Sedangkan untuk kata yang satunya lagi yang menjadi tema kita hari ini, optimis, KBBI mendefinisikan kata itu sebagai 'selalu memiliki pandangan atau pengharapan yang baik dalam menghadapi segala hal.

Dalam hidup ini, ada kalanya kata realistis mengalahkan optimis. Maksud saya begini, kita ambil contoh aja ya dalam kehidupan sehari-hari ... mari kita hitung biaya hidup keluarga kita selama sehari ... sudah? Kalikan dengan 30 (hari dalam sebulan) ... Sudah? Sekarang bandingkan dengan pemasukan keluarga kita selama sebulan.

Bagaimana hasilnya? Itu realitasnya.
Realistisnya ada banyak orang yang mendapati bahwa apa yang menjadi 'biaya operasional rumah tangga' mereka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang 'realistis' mereka dapatkan dalam sebulan. Realistis mengalahkan optimis sewaktu mereka menjalani hidup yang sudah berat ini menjadi semakin berat. Realistis - Pesismis.

Akan tetapi, akan selalu ada orang-orang yang mampu mengalahkan segala sesuatu yang 'nampak realistis itu' (kan biasanya kalau kita nyebut kata "realistis" kan biasanya agak pesimis - negatif bukan artinya?) dengan optimis. Salah satu contoh konkretnya adalah apa yang kita baca dalam teks Alkitab kita hari ini.

Apa yang salah dari laporan 10 orang pengintai yang diperintahkan oleh Musa untuk mengintip keadaan Tanah Perjanjian itu? Bacalah sekali lagi ayat 27-29 .. Apa yang salah? Gak ada.

Realitanya memang begitu. Itu kenyataannya. Bangsa-bangsa yang mapan macam Amori atau Amalek ada di sana. Belum lagi keberadaan kaum raksasa seperti si Goliath itu yaitu kaum Enak, juga ada di sana. Itu realitanya. Realita yang membuat mereka (10 orang pengintai itu) pun mengambil kesimpulan yang ... menurut mereka ... paling realistis: ayat 31 ".. kita tidak dapat maju menyerang .. karena mereka lebih kuat daripada kita."

Itu dia contohnya 'realistisme yang mengalahkan optimisme. Tetapi apakah ada orang-orang yang .. mereka tahu realitanya bagaimana ... dan hebatnya mereka adalah mereka tak pernah menghapus optimisme dalam kamus kehidupan mereka? Ada dan akan selalu ada.

Yosua dan Kaleb mewakili orang-orang tipe 'realistis - optimis'.
Ketika Yosua dan Kaleb berkata dalam ayat 30: 
"Tidak! (pake tanda seru lho ini di ayatnya) Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" (pake tanda seru lagi .. artinya pernyataan Yosua dalam ayat ini sangat keras dan bersemangat! - nah nah .. saya juga jadi ikutan pake tanda seru kan).

Yang seharusnya menjadi perenungan kita hari ini adalah ... kita dalam menjalani langkah kehidupan ini mau menjadi orang yang bertipe seperti apa? Realistis - Pesimis .. atau ...

Realistis - Optimis.
Saya suka dengan ucapan Zig Ziglar sewaktu dia menulis tentang dampak dari kata pesimis dalam kehidupan itu begini, singkat saja: "Pesimisme mengeruhkan air peluang". Kita akan kehilangan banyak sekali peluang dalam hidup kita ini bila kita yang sudah berpikir paling realistis ini bertemu dengan pesimisme.

Peluang itulah yang terus dihembuskan oleh Yosua dan Kaleb untuk melawan keruhnya air yang dibuat oleh 10 orang kawan pengintai lainnya itu (masih ingat dalam teks kita dikatakan bahwa 10 orang itu menyampaikan . "kabar busuk" .. ayat 32). Peluang bahwa kita bisa menang asal kita terus maju.

Hal yang kedua yang mau kita renungkan sebetulnya jauh lebih dalam dari pada sekedar kita menentukan akan menjalani kehidupan yang ber-tipe-kan apa .... Mari kita temukan modal apa yang kita punya sehingga dalam menghadapi hal-hal yang paling realistis yang terjadi dalam hidup kita sekarang ini (yang ... kadang memang memberatkan hati dan pikiran kita). Apa modal kita supaya kita bisa mengikuti jejak tipikal Kaleb dan Yosua ... menjadi seorang yang Realistis - Optimis.

Mari kita diskusikan bersama.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER