Roma 13:1-7 | Kepatuhan - Pdt. Gerry Atje

Roma 13:1-7 | Kepatuhan


Kepatuhan

"Di atas kami di aniaya, di bawah kami berdoa" adalah jargon iman yang selalu diucapkan oleh orang percaya di masa dekat Tuhan Yesus (orang kristen mula-mula). Sebenarnya jargon itu pake bahasa inggris, tapi saya lupa kalimat tepatnya dalam bahasa inggris itu bagaimana, tapi artinya ya itu tadi ....

Surat Roma di tulis oleh Paulus sekitar tahun 50 an Masehi. Itu berarti semua orang percaya masih hidup diliputi oleh banyak sekali ketakutan. Mereka dibenci, dianiaya, dikejar-kejar ... di pandang tak ada harganya ... hingga dibunuh. Perlakuan itu ditunjukkan bukan saja oleh masyarakat sekitar yang belum mengenal Kristus, tetapi juga oleh pemerintah Romawi yang pada waktu itu berkuasa atas mereka. 

Saya mau narik ke depan sedikit ... 20 tahun setelah surat Roma ini ditulis, tahun 70 Masehi, kaisar Roma pada waktu itu dengan sengaja membakar kota Roma hanya karena kebenciannya yang teramat sangat kepada orang Kristen, pengikut Kristus, dan kemudian memfitnah orang percaya  sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas terbakarnya kota Roma pada waktu itu. Hasilnya tak terelakkan, orang percaya semakin diburu, dianiaya, dijebloskan ke dalam penjara, di salib ... dan dibunuh ... Ada banyak derita bagi orang percaya di masa itu pastinya ...

Saya mengajak kita semua untuk melihat sedikit di sekeliling kehidupan orang percaya di zaman perikop kita hari ini agar kita tahu bahwa ketika rasul Paulus menulis tentang "kepatuhan terhadap pemerintah", itu harganya terlampau mahal. Saking mahalnya ... sampai-sampai, mungkin gak kebeli kali ... oleh orang percaya pada waktu itu. "Rasul gila! menyuruh patuh pada pemerintah yang zalim? Penganiaya hidup kita? Gila!"

Akan tetapi, kita semua tidak salah kok membaca surat ini. Tuhan memang benar-benar memerintahkan melalui rasul Paulus kepada orang percaya untuk ... "patuh pada pemerintah".

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan tentang dua hal yang berkaitan dengan harga mahal untuk membeli sebuah kepatuhan itu ...

(1) Ayat 2
Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.

"Bagaimana mungkin seseorang bisa harus tetap paruh, meski diperlakukan dengan semena-mena dan teraniaya?"
Mungkin begitu pikir mereka ...
Tetapi bukankah ini yang namanya pengorbanan?

Sewaktu seseorang yang berjalan kemudian melihat bahwa jalan yang dilaluinya itu tidak seindah yang diharapkan, lalu dia mulai bertanya pada Tuhan, "kenapa ini terjadi Tuhan? Jalannya gak enak!" Lalu kita mendengar Tuhan berbisik kepada kita, "Jalan terus, kamu bisa melewati itu semua ... Percaya. Patuh saja" ...

Bukankah itu pengorbanan namanya? Korban sakit di hati, di pikiran, di badan ... harus jalan terus walau jalannya gak enak ...

Kepatuhan memang kadang kala harus dibayar dengan uang muka yang namanya pengorbanan.

(2) Ayat 1
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah

Ada iman yang hebat di balik ayat yang kita baca di atas itu ...
Iman yang berkata bahwa, "Aku percaya Tuhan akan melakukan yang baik, yang benar ... Dia melihat, mendengar ... Dia berkuasa penuh, adil ... semua bentuk konkret iman kita padanya ada di sana.

Itu sebabnya kita baca, "semua pemerintahan berasal dari Allah." Apa tidak salah? Tidak. Bahkan yang bengis sekalipun? Ya. Kok bisa begitu? Karena yang pegang kuasa mutlak terhadap jalannya kehidupan ini tetaplah Tuhan. 

Allah mengerti tentang segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita ini. Dia pasti melakukan sesuatu ... yang benar, yang baik ... yang adil ... yang indah tepat pada waktunya. 

(berkaitan tentang pemerintahan yang zalim, kita bisa melihat kok bahwa pada awalnya Tuhan memilih orang yang baik, jika dalam perjalanannya orang yang dipilihnya itu berpaling dari jalan yang baik itu ... itu soal yang lain ... salah satu contoh yang bisa kita lihat, walaupun tak terlalu menggambarkan juga sih, adalah kisah Raja Saul. Seseorang bisa saja mengambil jalan yang salah.)

Bapak dan ibu pasti masih ingat ... beberapa ratus tahun kemudian (ada yang masih mau bilang, "pertolongan Tuhan datang terlambat!" Gak ada yang terlambat, Tuhan sudah mengatur waktu yang tepat pembelaan bagi orang yang percaya dan patuh kepada-Nya) ... Tuhan merangkul kaisar Roma, Konstantinus, yang akhirnya menjadi orang percaya. Sejak saat itu, perubahan besar terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya.

Bapak dan ibu sudah mengambil barang bawaan yang harganya cukup mahal itu, kepatuhan? Ambillah ... gak akan berakhir sia-sia.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER