Amsal 4:1-5 | Untuk Ayah Ter ... - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Kali pertama saya membaca teks Alkitab kita hari ini, ada dua hal yang langsung terlintas di pikiran saya. Yang pertama itu, saya jadi teringat lagu ini:

Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untuk mu aku bernyanyi...

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berlalu
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi.


Yups, itu lagunya band The Mercy's, wuih jadul banget ya ... tapi tenang saja, banyak yang nyanyiin ulang itu lagu yang bagus itu.

Yang kedua, ... hayo yang kedua ini bapak dan ibu bisa tebat tidak apa yang langsung terpikir oleh saya sewaktu baca teks Alkitab kita hari ini?

Saya mau protes ke penulis Amsal ini. Berarti protesnya ke .... Salomo. Itu kenapa yang diomongin sama Salomo itu cuma bapaknya saja? Ibunya enggak? Kepikiran gitu gak sih pak, bu? (terutama ibu - ibu nih yang saya kira harusnya kepikiran ke sana)

Padahal, kita semua tahu bahwa frekuensi interaksi antara anak itu pasti lebih banyak dengan ... Ayah! Salah. Ya dengan ibu lah banyakannya.

Kan sudah ada juga tuh lagunya:
Papa mungkin seminggu di Bali
Nyari panggung sana sini
Papa gak pulang beibeh
Papa gak bawa uang beibeh


Papa lebih sering banyak di luar, cari nafkah buat keluarga, tetapi ibu lebih banyak di rumah bersama anak-anak. Bener gak tuh? Coba kita cek ... kamu mba, lebih deket ke siapa nih di rumah? ke papa atau ke mama? Pasti ke ... mama ...

Oke, kita sepakat bahwa kita bisa protes: Kok yang diomonginnya itu cuma tentang ayah doang. Kenapa gak ada mama nya?

Akan tetapi, justru di balik protesnya kita yang bisa kita demo bareng-bareng sekarang ini, bukankah justru ada satu kabar baik yang bisa kita refleksikan bersama hari ini?

Saya kalau bisa sih mau nanya langsung ke Salomo, kenapa sih ko cuma ngomongin tentang papa aja?

Lalu saya merefleksikan hal ini .... Mungkin Salomo akan berkata seperti ini: "Kalau tentang mama, hampir semua orang punya kedekatan yang erat dengan mama (kata Salomo dalam bayangan saya). Yang jarang itu mungkin adalah kedekatan antara ayah dan anak seperti yang digambarkan oleh Salomo dalam Amsal yang kita baca hari ini."

Maksudnya begini, Salomo tak perlu menceritakan kedekatannya dengan ibunya, karena tak perlu di ceritakan pun pasti dekatlah dia dengan ibunya yang mengandung dirinya itu selama 9 bulan dan menjagai Salomo sampai ujung usia mama .... Tetapi, dekat dengan seorang ayah? Hmmmm tidak semua orang punya pengalaman yang sama seperti Salomo seperti yang bisa kita lihat hari ini ...

Kita semua tentu masih ingat tentang siapa ayah dari Salomo ini .... Itu dia: Daud. Daud itu orang sibuk ya pak, bu ... Raja Israel yang membawa Israel ke puncak kejayaan. Sampai-sampai hari ini, semua orang Israel masih memakai lambang bintang Daud di bendera negara Israel mereka itu.

Akan tetapi, lihatlah bagaimana Salomo punya gambaran yang sangat baik di ingatannya tentang ayahnya, Daud, yang pastinya super sibuk itu ...
"dengar didikan ayahmu ..."
"aku diajari ayahku ..."

Semua itu kata Salomo tentang apa yang dilakukan oleh Daud terhadap dirinya. Tidak mungkin seseorang yang tidak diajari ayahnya atau tidak pernah dididik ayahnya akan bisa berkata seperti apa yang kita baca dalam teks kita hari ini ...

Pasti kita pernah dengar cerita tentang seorang anak TK yang suatu hari nanya ke mamanya, "Ma ... sebenarnya papa itu dapat gaji berapa sih dari kantornya? Kok sampai gak pernah ada di rumah ... gak pernah ajak kita jalan jalan ke luar gitu sih?" Lalu mamanya jawab: "Oh, papa memang sibuk kaka, gajinya papa kan gede, makanya papa juga jarang di rumah" Anak itu pun nanya lagi: "Emang papa itu di gaji berapa sih sehari ma?" Mama menjawab: "Papa di gaji 200 ribu sehari ka" ....

Dua bulan kemudian,
"Mama, aku boleh minjem uang 50 ribu gak ke mama?" Mama menjawab: "Buat apa kaka?" Anak pun menjelaskan, "Enggak ma, dulu kan mama pernah bilang kalau papa itu di gajinya 200 ribu sehari dari kantor papa, ya udah, kaka nabung deh dari dulu itu dan sekarang uang kaka udah ada 150 ribu ma ... kurang 50 ribu lagi nih supaya kita bisa bayar papa sehari aja ngajak kita jalan-jalan sekeluarga."

Saya sempet nge-cek satu data statistik yang menyebutkan bahwa ternyata ... 70% orang yang ada di penjara itu adalah orang yang kurang perhatian dari ayah ....

Satu hal saja yang mau saya ajak untuk kita renungkan hari ini ...
Jika kita adalah orang yang menulis Amsal yang kita baca hari ini, Apakah tulisannya akan sama seperti yang kita baca sekarang? Setujukah dengan apa yang dinyatakan oleh Salomo tentang seorang ayah ...

Ada kebanggaan di dalamnya
Ada memori yang baik di dalamnya

Atau ...

Seandainya ada seseorang di luar sana yang ... tidak seberuntung Salomo yang memiliki pengalaman yang baik dengan papa (dan mamanya tentu) ... Lalu bagaimana? Memiliki ... papa yang kasar, suka mukulin mama, pergi lalu gak pulang-pulang ...

Lalu bagaimana?
Satu hal yang bisa dilakukan:
Memutus memori buruk itu dan tidak menurunkannya pada anak-anak kita nanti. "Cut" semua gambaran yang buruk tentang apa yang sudah dilakukan oleh "siapapun mereka yang ada di tengah keluarga kita" (papa kah atau mama kah), yang jelas ... jika kita memiliki keluarga nanti, kita tidak akan membiarkan anak-anak kita (nanti) mempunyai memori yang buruk seperti yang mungkin saja dialami oleh orang-orang yang tak seberuntung Salomo seperti dalam teks kita sekarang.

Amsal 4:1-5 | Untuk Ayah Ter ...

Kali pertama saya membaca teks Alkitab kita hari ini, ada dua hal yang langsung terlintas di pikiran saya. Yang pertama itu, saya jadi teringat lagu ini:

Dimana akan kucari
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untuk mu aku bernyanyi...

Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berlalu
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi.


Yups, itu lagunya band The Mercy's, wuih jadul banget ya ... tapi tenang saja, banyak yang nyanyiin ulang itu lagu yang bagus itu.

Yang kedua, ... hayo yang kedua ini bapak dan ibu bisa tebat tidak apa yang langsung terpikir oleh saya sewaktu baca teks Alkitab kita hari ini?

Saya mau protes ke penulis Amsal ini. Berarti protesnya ke .... Salomo. Itu kenapa yang diomongin sama Salomo itu cuma bapaknya saja? Ibunya enggak? Kepikiran gitu gak sih pak, bu? (terutama ibu - ibu nih yang saya kira harusnya kepikiran ke sana)

Padahal, kita semua tahu bahwa frekuensi interaksi antara anak itu pasti lebih banyak dengan ... Ayah! Salah. Ya dengan ibu lah banyakannya.

Kan sudah ada juga tuh lagunya:
Papa mungkin seminggu di Bali
Nyari panggung sana sini
Papa gak pulang beibeh
Papa gak bawa uang beibeh


Papa lebih sering banyak di luar, cari nafkah buat keluarga, tetapi ibu lebih banyak di rumah bersama anak-anak. Bener gak tuh? Coba kita cek ... kamu mba, lebih deket ke siapa nih di rumah? ke papa atau ke mama? Pasti ke ... mama ...

Oke, kita sepakat bahwa kita bisa protes: Kok yang diomonginnya itu cuma tentang ayah doang. Kenapa gak ada mama nya?

Akan tetapi, justru di balik protesnya kita yang bisa kita demo bareng-bareng sekarang ini, bukankah justru ada satu kabar baik yang bisa kita refleksikan bersama hari ini?

Saya kalau bisa sih mau nanya langsung ke Salomo, kenapa sih ko cuma ngomongin tentang papa aja?

Lalu saya merefleksikan hal ini .... Mungkin Salomo akan berkata seperti ini: "Kalau tentang mama, hampir semua orang punya kedekatan yang erat dengan mama (kata Salomo dalam bayangan saya). Yang jarang itu mungkin adalah kedekatan antara ayah dan anak seperti yang digambarkan oleh Salomo dalam Amsal yang kita baca hari ini."

Maksudnya begini, Salomo tak perlu menceritakan kedekatannya dengan ibunya, karena tak perlu di ceritakan pun pasti dekatlah dia dengan ibunya yang mengandung dirinya itu selama 9 bulan dan menjagai Salomo sampai ujung usia mama .... Tetapi, dekat dengan seorang ayah? Hmmmm tidak semua orang punya pengalaman yang sama seperti Salomo seperti yang bisa kita lihat hari ini ...

Kita semua tentu masih ingat tentang siapa ayah dari Salomo ini .... Itu dia: Daud. Daud itu orang sibuk ya pak, bu ... Raja Israel yang membawa Israel ke puncak kejayaan. Sampai-sampai hari ini, semua orang Israel masih memakai lambang bintang Daud di bendera negara Israel mereka itu.

Akan tetapi, lihatlah bagaimana Salomo punya gambaran yang sangat baik di ingatannya tentang ayahnya, Daud, yang pastinya super sibuk itu ...
"dengar didikan ayahmu ..."
"aku diajari ayahku ..."

Semua itu kata Salomo tentang apa yang dilakukan oleh Daud terhadap dirinya. Tidak mungkin seseorang yang tidak diajari ayahnya atau tidak pernah dididik ayahnya akan bisa berkata seperti apa yang kita baca dalam teks kita hari ini ...

Pasti kita pernah dengar cerita tentang seorang anak TK yang suatu hari nanya ke mamanya, "Ma ... sebenarnya papa itu dapat gaji berapa sih dari kantornya? Kok sampai gak pernah ada di rumah ... gak pernah ajak kita jalan jalan ke luar gitu sih?" Lalu mamanya jawab: "Oh, papa memang sibuk kaka, gajinya papa kan gede, makanya papa juga jarang di rumah" Anak itu pun nanya lagi: "Emang papa itu di gaji berapa sih sehari ma?" Mama menjawab: "Papa di gaji 200 ribu sehari ka" ....

Dua bulan kemudian,
"Mama, aku boleh minjem uang 50 ribu gak ke mama?" Mama menjawab: "Buat apa kaka?" Anak pun menjelaskan, "Enggak ma, dulu kan mama pernah bilang kalau papa itu di gajinya 200 ribu sehari dari kantor papa, ya udah, kaka nabung deh dari dulu itu dan sekarang uang kaka udah ada 150 ribu ma ... kurang 50 ribu lagi nih supaya kita bisa bayar papa sehari aja ngajak kita jalan-jalan sekeluarga."

Saya sempet nge-cek satu data statistik yang menyebutkan bahwa ternyata ... 70% orang yang ada di penjara itu adalah orang yang kurang perhatian dari ayah ....

Satu hal saja yang mau saya ajak untuk kita renungkan hari ini ...
Jika kita adalah orang yang menulis Amsal yang kita baca hari ini, Apakah tulisannya akan sama seperti yang kita baca sekarang? Setujukah dengan apa yang dinyatakan oleh Salomo tentang seorang ayah ...

Ada kebanggaan di dalamnya
Ada memori yang baik di dalamnya

Atau ...

Seandainya ada seseorang di luar sana yang ... tidak seberuntung Salomo yang memiliki pengalaman yang baik dengan papa (dan mamanya tentu) ... Lalu bagaimana? Memiliki ... papa yang kasar, suka mukulin mama, pergi lalu gak pulang-pulang ...

Lalu bagaimana?
Satu hal yang bisa dilakukan:
Memutus memori buruk itu dan tidak menurunkannya pada anak-anak kita nanti. "Cut" semua gambaran yang buruk tentang apa yang sudah dilakukan oleh "siapapun mereka yang ada di tengah keluarga kita" (papa kah atau mama kah), yang jelas ... jika kita memiliki keluarga nanti, kita tidak akan membiarkan anak-anak kita (nanti) mempunyai memori yang buruk seperti yang mungkin saja dialami oleh orang-orang yang tak seberuntung Salomo seperti dalam teks kita sekarang.

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER