II Timotius 3:10-16 | Tidak Sendirian - Pdt. Gerry Atje

Tidak Sendirian
2 Timotius 3:10-16

Tema yang diberikan Sinode GKP 
hari ini (note: Bertumbuh dalam Ajaran yang Baik - tema dari Sinode, saya nambahin aja itu temanya jadi "Tidak Sendirian") sepertinya agak menonjok realitas hidup beberapa kejadian yang bisa kita lihat di tv akhi-akhir ini. Masih ingat kejadian-kejadian ini: Seorang lurah yang menghabisi nyawa seluruh keluarganya lalu dia sendiri bunuh diri (itu lurah, atau kepala desa, atau camat ya? saya lupa), lalu ada seorang anak yang menuntut ibunya sendiri ke pengadilan karena masalah tanah? Dituntut berapa? Satu Milyar! Kalau berita tentang orang yang bunuh diri: terjun bebas dari gedung tinggi mungkin bukan hal yang jarang di dengar ya ... 

Apa sih yang membuat mereka melakukan hal itu semua? 
Bergumul berat? Itu anak yang nuntut ibunya sendiri apa dia lupa bahwa .. itu kan ibunya sendiri ... 

Sewaktu sesuatu datang dan hal itu sangat sulit dipahami - sehingga bergumul - ... seseorang memang kadang bisa saja kepikiran untuk melakukan hal-hal yang konyol (menurut pandangan kita) macam itu. 

Kemarin saya kunjungan. Ketemu dengan seorang bapak muda yang baru saja kecelakaan. Tabrakan motor. Hasilnya, dua tangannya patah. Bapak itu cerita bahwa sempet kepikiran gimana ini nanti ke depannya? Sempet bengkak parah pun patah tangannya itu karena di bawa ke tukang urut. Untungnya bapak itu dinasehati oleh semua keluarga untuk mau di bawa ke rumah sakit, dan akhirnya ... operasi. Kan serem kalau terlambat sedikit itu tangan bisa diamputasi.

Dalam teks Alkitab kita hari ini, kita ketemu dengan seorang anak muda: Timo, yang sedang bergumul dalam tugas pelayanannya waktu itu. 

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa ini kan surat rasul Paulus yang ke dua untuk Timo ... kebayang gak situasinya ... Saya ngebayanginnya sih gini, Timotius pertama kali bergumul dalam tugas pelayanannya ... lalu Tuhan melalui rasul Paulus meneguhkan dan menyemangati Timo ... di surat yang pertama. Nah ini surat yang ke dua. Artinya?? Timo di surat yang pertama sudah dikuatkan .. dan sekarang ... jatuh semangat lagi .... Itulah sebabnya Rasul Paulus menuliskan kembali pesan firman Tuhan bagi Timo melalui surat yang ke dua ini.

Saya hanya mau mengajak kita untuk merenungkan dua hal saja hari ini ...

(1) Bersyukurlah karena bapak, ibu, teman-teman muda hari ini dikelilingi oleh orang-orang (keluarga, tetangga, jemaat) yang ... menguatkan, memulihkan, menopang, menyemangati.

Timotius dikelilingi oleh mereka yang seperti itu dan beruntungnya dia. Ibu dan neneknya yang memberikan ajaran yang baik ... dan sahabat sekaligus bapa rohaninya - Paulus -  yang selalu menopang, menyemangati dan menguatkan Timo. "Ketika aku kehilangan semangat dan bergumul, aku ditopang" 

Boleh nanya?
Betul nih itu adalah gambaran diri kita ketika kita ada ditengah kebersamaan? Seseorang yang ... kepadanya dia akan berkata, "betapa bersyukurnya aku karena Tuhan telah mengirim kamu dalam hidup aku"

"Di luar sana ... banyak orang yang tidak memahamiku, tidak menyemangatiku, tidak menopangku ... tetapi di sini ... bersama kamu .. aku tenang, aku dipahami."

Apakah betul orang itu adalah bapak dan ibu?


(2) Sayangnya ... ada pengalaman-pengalaman lain yang tidak seberuntung bapak dan ibu .. dan timo dalam teks Alkitab kita hari ini ... 


"Di luar sana mereka menderita karena pergumulan dengan orang-orang atau dengan pekerjaan mungkin ... di dalam ... ketika mereka pulang ke rumah, ada di tengah-tengah saudara-saudari seimannya ... ini kok malah jadi tambah menderita ya??"

Dan orang-orang yang seperti itulah yang seringkali kehilangan pengharapan karena merasa tidak ada siapa-siapa yang memahami nya ... dan tindakan yang kita kira dan pikir: itu konyol, ... bagi mereka, itu adalah hal yang logis.
- buat apa ... saya gagal kok ...
- buat apa ... saya kan gak berguna ...

Kalau bapak dan ibu bertemua dengan mereka, apa yang akan bapak dan ibu lakukan bagi mereka, bagi dia? Berharap kitalah orang yang akan selalu berkata: "Aku ada untuk kamu ... Aku mengerti dan aku mempercayai kamu ..."

Yang susah ... adalah jika kita yang berpikir bahwa kita lah orang nya ... maksudnya kitalah orang yang mengira bahwa ... tak ada orang yang memahami dan menguatkan kita lagi di tengah kehidupan kita sekarang ini ... Apa yang akan kita lakukan bila begitu?

Berharap kita tidak melupakan bahwa sekalipun semua orang tidak memahami atau bahkan tidak percaya ... akan selalu ada yang tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Dia ada, Dia mengerti dan Dia percaya bahwa setiap kita bisa menemukan diri kita yang terbaik ... melewati pergumulan hari ini dan menemukan berkat di balik setiap pergumulan. 

Bukankah tepat di saat itu, seharusnya setiap orang bisa berkata: Aku tidak pernah sendirian. 

II Timotius 3:10-16 | Tidak Sendirian


Tidak Sendirian
2 Timotius 3:10-16

Tema yang diberikan Sinode GKP 
hari ini (note: Bertumbuh dalam Ajaran yang Baik - tema dari Sinode, saya nambahin aja itu temanya jadi "Tidak Sendirian") sepertinya agak menonjok realitas hidup beberapa kejadian yang bisa kita lihat di tv akhi-akhir ini. Masih ingat kejadian-kejadian ini: Seorang lurah yang menghabisi nyawa seluruh keluarganya lalu dia sendiri bunuh diri (itu lurah, atau kepala desa, atau camat ya? saya lupa), lalu ada seorang anak yang menuntut ibunya sendiri ke pengadilan karena masalah tanah? Dituntut berapa? Satu Milyar! Kalau berita tentang orang yang bunuh diri: terjun bebas dari gedung tinggi mungkin bukan hal yang jarang di dengar ya ... 

Apa sih yang membuat mereka melakukan hal itu semua? 
Bergumul berat? Itu anak yang nuntut ibunya sendiri apa dia lupa bahwa .. itu kan ibunya sendiri ... 

Sewaktu sesuatu datang dan hal itu sangat sulit dipahami - sehingga bergumul - ... seseorang memang kadang bisa saja kepikiran untuk melakukan hal-hal yang konyol (menurut pandangan kita) macam itu. 

Kemarin saya kunjungan. Ketemu dengan seorang bapak muda yang baru saja kecelakaan. Tabrakan motor. Hasilnya, dua tangannya patah. Bapak itu cerita bahwa sempet kepikiran gimana ini nanti ke depannya? Sempet bengkak parah pun patah tangannya itu karena di bawa ke tukang urut. Untungnya bapak itu dinasehati oleh semua keluarga untuk mau di bawa ke rumah sakit, dan akhirnya ... operasi. Kan serem kalau terlambat sedikit itu tangan bisa diamputasi.

Dalam teks Alkitab kita hari ini, kita ketemu dengan seorang anak muda: Timo, yang sedang bergumul dalam tugas pelayanannya waktu itu. 

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa ini kan surat rasul Paulus yang ke dua untuk Timo ... kebayang gak situasinya ... Saya ngebayanginnya sih gini, Timotius pertama kali bergumul dalam tugas pelayanannya ... lalu Tuhan melalui rasul Paulus meneguhkan dan menyemangati Timo ... di surat yang pertama. Nah ini surat yang ke dua. Artinya?? Timo di surat yang pertama sudah dikuatkan .. dan sekarang ... jatuh semangat lagi .... Itulah sebabnya Rasul Paulus menuliskan kembali pesan firman Tuhan bagi Timo melalui surat yang ke dua ini.

Saya hanya mau mengajak kita untuk merenungkan dua hal saja hari ini ...

(1) Bersyukurlah karena bapak, ibu, teman-teman muda hari ini dikelilingi oleh orang-orang (keluarga, tetangga, jemaat) yang ... menguatkan, memulihkan, menopang, menyemangati.

Timotius dikelilingi oleh mereka yang seperti itu dan beruntungnya dia. Ibu dan neneknya yang memberikan ajaran yang baik ... dan sahabat sekaligus bapa rohaninya - Paulus -  yang selalu menopang, menyemangati dan menguatkan Timo. "Ketika aku kehilangan semangat dan bergumul, aku ditopang" 

Boleh nanya?
Betul nih itu adalah gambaran diri kita ketika kita ada ditengah kebersamaan? Seseorang yang ... kepadanya dia akan berkata, "betapa bersyukurnya aku karena Tuhan telah mengirim kamu dalam hidup aku"

"Di luar sana ... banyak orang yang tidak memahamiku, tidak menyemangatiku, tidak menopangku ... tetapi di sini ... bersama kamu .. aku tenang, aku dipahami."

Apakah betul orang itu adalah bapak dan ibu?


(2) Sayangnya ... ada pengalaman-pengalaman lain yang tidak seberuntung bapak dan ibu .. dan timo dalam teks Alkitab kita hari ini ... 


"Di luar sana mereka menderita karena pergumulan dengan orang-orang atau dengan pekerjaan mungkin ... di dalam ... ketika mereka pulang ke rumah, ada di tengah-tengah saudara-saudari seimannya ... ini kok malah jadi tambah menderita ya??"

Dan orang-orang yang seperti itulah yang seringkali kehilangan pengharapan karena merasa tidak ada siapa-siapa yang memahami nya ... dan tindakan yang kita kira dan pikir: itu konyol, ... bagi mereka, itu adalah hal yang logis.
- buat apa ... saya gagal kok ...
- buat apa ... saya kan gak berguna ...

Kalau bapak dan ibu bertemua dengan mereka, apa yang akan bapak dan ibu lakukan bagi mereka, bagi dia? Berharap kitalah orang yang akan selalu berkata: "Aku ada untuk kamu ... Aku mengerti dan aku mempercayai kamu ..."

Yang susah ... adalah jika kita yang berpikir bahwa kita lah orang nya ... maksudnya kitalah orang yang mengira bahwa ... tak ada orang yang memahami dan menguatkan kita lagi di tengah kehidupan kita sekarang ini ... Apa yang akan kita lakukan bila begitu?

Berharap kita tidak melupakan bahwa sekalipun semua orang tidak memahami atau bahkan tidak percaya ... akan selalu ada yang tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Dia ada, Dia mengerti dan Dia percaya bahwa setiap kita bisa menemukan diri kita yang terbaik ... melewati pergumulan hari ini dan menemukan berkat di balik setiap pergumulan. 

Bukankah tepat di saat itu, seharusnya setiap orang bisa berkata: Aku tidak pernah sendirian. 

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER