Mazmur 118:1-29 | Hari yang Berat - Pdt. Gerry Atje

Hari yang Berat ... 

Mazmur 1-29 (19-29)


Games:
Bagi kelompok menjadi dua, Cewe dan Cowo.

Tugasnya, yang cowo nyiapin cara nembak cewe yang paling keren. Yang cewe nyiapin cara nolak yang paling tega lah. ... Ni cewe-cewe ada yang sadis cara nolaknya [emang lu pikir lu siapa? Ngaca dulu deh lu] ??

Pernah gak sih kayak gitu bro, sis?
Cape-cape naro perasaan, perhatian, - keluar modal pulak - ... eh ujungnya ... ditolak. Tinggal nyanyi aja: “Terlalu sadis caramu ... Sakitnya tuh di sini ...”

Satu hal yang pasti, kalau yang kayak begitu terjadi dalam kehidupan kita, hmmm ... itu berdampak pada diri kita dalam melewati hari-hari kemudian.

Ditolak ...
Putus ...
Lihat Ortu berantem ...
Ribut sama ade atau kaka atau sahabat sendiri ...
Sampe ke main games, coba aja kalau lagi kalah war (Clash of Clans, maksudnya), berasa kan ...
(Anak-anak muda lagi pada getol ya main game COC ini)

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kalau teman-teman membaca tadi, pasti akan dengan mudah terpesona dengan kalimat pujian – penyembahan yang disampaikan oleh pemazmur di situ. Beberapa kalimat ayatnya kan jadi lagu rohani populer:
- Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik (ayat 29)
- Masuk gerbang-Nya bersyukur (ayat 19-21)
- Tuhanlah kekuatan dan mazmurku (ayat 14)


Tetapi, apakah teman-teman memerhatikan hal ini, bahwa pemazmur sedang mengalami hari-hari yang berat sewaktu dia menuliskan mazmur ini? Coba kita cek ya sama-sama:
- Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan ... (ayat 22)
- Dalam kesesakan ... (ayat 5)
- Segala bangsa mengelilingi aku ... artinya? Dikeroyok (ayat 10)
- Aku ditolak dengan hebat (ayat 13)
- Hingga di satu titik: Tuhan menghajar aku (ayat 18)

Yang agak sulit dilacak adalah, peristiwa apa tepatnya yang dialami oleh pemazmur ini sehinggga dia kemudian menulis refleksi imannya seperti itu? Kita gak tahu ...

Kalau yang jadi pemazmur itu adalah teman-teman hari ini, bisa tidak mengidentifikasi peristiwa-peristiwa nya apa saja sehingga menuliskan ... saya ulangin ya: dibuang, nyesek, dikeroyok, ditolak, dihajar ...

Bisa?
Bisa. Kita tahu persis hal-hal apa saja yang membuat hari-hari ini terasa berat.

Boleh minta tolong gak?
Coba deh keluarin hape, lihat daftar putar lagu nya. Pasti ada lagu galaunya kan? Boleh diputer?

Satu hal yang membedakan antara pemazmur yang kita baca refleksi imannya hari ini dengan kebanyakan orang di masa kini, mungkin, adalah ...

Pemazmur mengalami hari yang berat tapi tetap melayangkan pandangannya ke depan dengan percaya pada tindakan Tuhan hingga akhirnya bisa keluar dari hari berat itu dan menuliskan kidung pujian pada akhirnya.

Kita? Sama, kita juga mengalami hari-hari berat versi kita hari ini ... Tetapi apakah kita sudah menemukan kidung pujian kita dan meninggalkan kidung galau yang hari ini sering kita putar?
Ah ... semoga tidak berlama-lama lagi ada di hari-hari yang berat karena akhirnya menemukan rancangan damai sejahtera Tuhan yang memang disediakan bagi kita semua.

Mazmur 118:1-29 | Hari yang Berat


Hari yang Berat ... 

Mazmur 1-29 (19-29)


Games:
Bagi kelompok menjadi dua, Cewe dan Cowo.

Tugasnya, yang cowo nyiapin cara nembak cewe yang paling keren. Yang cewe nyiapin cara nolak yang paling tega lah. ... Ni cewe-cewe ada yang sadis cara nolaknya [emang lu pikir lu siapa? Ngaca dulu deh lu] ??

Pernah gak sih kayak gitu bro, sis?
Cape-cape naro perasaan, perhatian, - keluar modal pulak - ... eh ujungnya ... ditolak. Tinggal nyanyi aja: “Terlalu sadis caramu ... Sakitnya tuh di sini ...”

Satu hal yang pasti, kalau yang kayak begitu terjadi dalam kehidupan kita, hmmm ... itu berdampak pada diri kita dalam melewati hari-hari kemudian.

Ditolak ...
Putus ...
Lihat Ortu berantem ...
Ribut sama ade atau kaka atau sahabat sendiri ...
Sampe ke main games, coba aja kalau lagi kalah war (Clash of Clans, maksudnya), berasa kan ...
(Anak-anak muda lagi pada getol ya main game COC ini)

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kalau teman-teman membaca tadi, pasti akan dengan mudah terpesona dengan kalimat pujian – penyembahan yang disampaikan oleh pemazmur di situ. Beberapa kalimat ayatnya kan jadi lagu rohani populer:
- Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik (ayat 29)
- Masuk gerbang-Nya bersyukur (ayat 19-21)
- Tuhanlah kekuatan dan mazmurku (ayat 14)


Tetapi, apakah teman-teman memerhatikan hal ini, bahwa pemazmur sedang mengalami hari-hari yang berat sewaktu dia menuliskan mazmur ini? Coba kita cek ya sama-sama:
- Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan ... (ayat 22)
- Dalam kesesakan ... (ayat 5)
- Segala bangsa mengelilingi aku ... artinya? Dikeroyok (ayat 10)
- Aku ditolak dengan hebat (ayat 13)
- Hingga di satu titik: Tuhan menghajar aku (ayat 18)

Yang agak sulit dilacak adalah, peristiwa apa tepatnya yang dialami oleh pemazmur ini sehinggga dia kemudian menulis refleksi imannya seperti itu? Kita gak tahu ...

Kalau yang jadi pemazmur itu adalah teman-teman hari ini, bisa tidak mengidentifikasi peristiwa-peristiwa nya apa saja sehingga menuliskan ... saya ulangin ya: dibuang, nyesek, dikeroyok, ditolak, dihajar ...

Bisa?
Bisa. Kita tahu persis hal-hal apa saja yang membuat hari-hari ini terasa berat.

Boleh minta tolong gak?
Coba deh keluarin hape, lihat daftar putar lagu nya. Pasti ada lagu galaunya kan? Boleh diputer?

Satu hal yang membedakan antara pemazmur yang kita baca refleksi imannya hari ini dengan kebanyakan orang di masa kini, mungkin, adalah ...

Pemazmur mengalami hari yang berat tapi tetap melayangkan pandangannya ke depan dengan percaya pada tindakan Tuhan hingga akhirnya bisa keluar dari hari berat itu dan menuliskan kidung pujian pada akhirnya.

Kita? Sama, kita juga mengalami hari-hari berat versi kita hari ini ... Tetapi apakah kita sudah menemukan kidung pujian kita dan meninggalkan kidung galau yang hari ini sering kita putar?
Ah ... semoga tidak berlama-lama lagi ada di hari-hari yang berat karena akhirnya menemukan rancangan damai sejahtera Tuhan yang memang disediakan bagi kita semua.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER