Ulangan 16:1-20 | Hidup Ini Memang Tidak Adil - Pdt. Gerry Atje


Hidup Ini Memang Tidak Adil




Syalom bapa ibu saudara/i semua. Berbicara tentang keadilan, kalau boleh jujur, faktanya, hidup ini memang tidak adil. Apalagi kita hidup di Indonesia. Makin kentara tidak adilya. Mau bicara apa di Indonesia ini tentang ketidakadilan? Semua ada kasusnya.
- Ketidakadilan hidup beragama? Ah, kita semua sudah tahu ini
- Ketidakadilan hukum? Apalagi ini; Kasus yang lagi jadi trending kan tentang foto ini ya ...


Lucu ya ... Akhirnya kita tahu tersangka ini bebas.

Ketidakadilan apalagi yang tidak kita temukan di Indonesia? Semua ada.

Mungkin ini ya, saking seringnya kita melihat ketidakadilan terjadi, akhirnya respon kita sewaktu dengar ada kejadian ketidakadilan lagi ... respon kita menjadi biasa aja.

Ini ibarat orang pacaran:
Minggu 1: Sayang, sabtu besok kita jalan-jalan yuuu. (Ternyata: Yah sayang, aku lembur)
Minggu 2: Sayang, malam minggu nanti kita nonton ya. (Ternyata: Sayang, aku ada tugas keluar minggu ini)

Minggu 3: Sayang, nanti malam aku main ke rumahmu ya. (Ternyata: Yah, hujan sayang)

Minggu 4: ... mereka putus ... Terbiasa sampai akhirnya eneg.

Faktanya, hidup ini memang tidak adil. Terima aja itu. Saking orang terbiasanya dengan sebuah ketidakadilan.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk melihat ... apa memang betul kita se-hopeless itu kalau sudah mau bicara tentang keadilan? Ada dua hal yang mau kita renungkan bersama saat ini.



(1) Banyak orang yang setuju dengan ucapan:
“Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu.”



Ok, setuju dengan kenyataan pahit itu. Akan tetapi, tambahin lagi dengan fakta ini:
“Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu ... DITAMBAH: dan saya adalah orang yang berjuang untuk berlaku adil.



Lalu kita bisa bertanya:
Adil itu yang kayak gimana sih?

Menjawab pertanyaan itu, saya gak mau ajak kita untuk buka KBBI. Untuk menjawab pertanyaan itu saya ajak kita untuk melihat gambar ini:
 




Itu, kalau dalam bahasa perikop kita ada di ayat 17:tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Sesuai berkat yang diberikan Tuhan padamu. Inilah adil.

Tapi kan banyak orang mungkin malah jadi gak adil ya kalau begitu ukurannya. Tuhan sudah ngasih berkat banyak, orang ngasih sedikit buat Tuhan. Tuhan ngasih lebih banyak lagi berkat padanya, orang ngasihnya ... tetap sedikit. Flat aja .. datar aja tuh ... sama aja. Akhir bulan, “Nih buat persembahan di gereja nanti. Duaribu.” Awal bulan, “Nih buat persembahan di gereja nanti. Masih tetap .. duaribu.”



Dan bukan cuma itu saja. Ada contoh kejadian yang lebih miris. Sewaktu nganggur, rajin ke gereja. Setelah dapat kerja, makin rajin ke gerejanya? Enggak. Ironis kan. Gak adil.



Banyak orang yang mungkin memang secara tidak sadar melatih diri untuk menjadi orang yang tidak adil sebenarnya. Semoga kita tidak termasuk orang yang tidak adil terhadap kebaikan Tuhan.



(2) Terakhir, karena ini Perjamuan Kudus, seharusnya kita akan selalu mengingat keahlian Tuhan dalam membalikkan keluh kesahnya kita sewaktu kita pikir apa yang terjadi dalam kehidupan kita ini adalah ketidakadilan. Tuhan ini gak adil!

Lalu Tuhan menjawab:
“Ya itu memang mungkin tidak adil menurut kamu. Akan tetapi sewaktu kamu ikut dalam perjamuan, itu pun sebenarnya tidak adil. Kamu berkata: “Sekali-kali kami tidak layak ya Tuhan untuk menerima undangan-Mu” ... dan memang kamu tidak layak. Tetapi aku tidak menolak kamu bukan?



Salib Kristus adalah pertemuan antara ketidakadilan manusia dengan kasih Allah yang terbesar untuk menghasilkan keselamatan.



Mungkin itu yang bisa kita lakukan sewaktu kita bertemu dengan ketidakadilan di dalam kehidupan kita hari ini. Tetap mengasihi, tetap memberi, supaya terjadi perubahan, pemulihan, penyadaran dan akhirnya keselamatan.  

Ulangan 16:1-20 | Hidup Ini Memang Tidak Adil



Hidup Ini Memang Tidak Adil




Syalom bapa ibu saudara/i semua. Berbicara tentang keadilan, kalau boleh jujur, faktanya, hidup ini memang tidak adil. Apalagi kita hidup di Indonesia. Makin kentara tidak adilya. Mau bicara apa di Indonesia ini tentang ketidakadilan? Semua ada kasusnya.
- Ketidakadilan hidup beragama? Ah, kita semua sudah tahu ini
- Ketidakadilan hukum? Apalagi ini; Kasus yang lagi jadi trending kan tentang foto ini ya ...


Lucu ya ... Akhirnya kita tahu tersangka ini bebas.

Ketidakadilan apalagi yang tidak kita temukan di Indonesia? Semua ada.

Mungkin ini ya, saking seringnya kita melihat ketidakadilan terjadi, akhirnya respon kita sewaktu dengar ada kejadian ketidakadilan lagi ... respon kita menjadi biasa aja.

Ini ibarat orang pacaran:
Minggu 1: Sayang, sabtu besok kita jalan-jalan yuuu. (Ternyata: Yah sayang, aku lembur)
Minggu 2: Sayang, malam minggu nanti kita nonton ya. (Ternyata: Sayang, aku ada tugas keluar minggu ini)

Minggu 3: Sayang, nanti malam aku main ke rumahmu ya. (Ternyata: Yah, hujan sayang)

Minggu 4: ... mereka putus ... Terbiasa sampai akhirnya eneg.

Faktanya, hidup ini memang tidak adil. Terima aja itu. Saking orang terbiasanya dengan sebuah ketidakadilan.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk melihat ... apa memang betul kita se-hopeless itu kalau sudah mau bicara tentang keadilan? Ada dua hal yang mau kita renungkan bersama saat ini.



(1) Banyak orang yang setuju dengan ucapan:
“Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu.”



Ok, setuju dengan kenyataan pahit itu. Akan tetapi, tambahin lagi dengan fakta ini:
“Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu ... DITAMBAH: dan saya adalah orang yang berjuang untuk berlaku adil.



Lalu kita bisa bertanya:
Adil itu yang kayak gimana sih?

Menjawab pertanyaan itu, saya gak mau ajak kita untuk buka KBBI. Untuk menjawab pertanyaan itu saya ajak kita untuk melihat gambar ini:
 




Itu, kalau dalam bahasa perikop kita ada di ayat 17:tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Sesuai berkat yang diberikan Tuhan padamu. Inilah adil.

Tapi kan banyak orang mungkin malah jadi gak adil ya kalau begitu ukurannya. Tuhan sudah ngasih berkat banyak, orang ngasih sedikit buat Tuhan. Tuhan ngasih lebih banyak lagi berkat padanya, orang ngasihnya ... tetap sedikit. Flat aja .. datar aja tuh ... sama aja. Akhir bulan, “Nih buat persembahan di gereja nanti. Duaribu.” Awal bulan, “Nih buat persembahan di gereja nanti. Masih tetap .. duaribu.”



Dan bukan cuma itu saja. Ada contoh kejadian yang lebih miris. Sewaktu nganggur, rajin ke gereja. Setelah dapat kerja, makin rajin ke gerejanya? Enggak. Ironis kan. Gak adil.



Banyak orang yang mungkin memang secara tidak sadar melatih diri untuk menjadi orang yang tidak adil sebenarnya. Semoga kita tidak termasuk orang yang tidak adil terhadap kebaikan Tuhan.



(2) Terakhir, karena ini Perjamuan Kudus, seharusnya kita akan selalu mengingat keahlian Tuhan dalam membalikkan keluh kesahnya kita sewaktu kita pikir apa yang terjadi dalam kehidupan kita ini adalah ketidakadilan. Tuhan ini gak adil!

Lalu Tuhan menjawab:
“Ya itu memang mungkin tidak adil menurut kamu. Akan tetapi sewaktu kamu ikut dalam perjamuan, itu pun sebenarnya tidak adil. Kamu berkata: “Sekali-kali kami tidak layak ya Tuhan untuk menerima undangan-Mu” ... dan memang kamu tidak layak. Tetapi aku tidak menolak kamu bukan?



Salib Kristus adalah pertemuan antara ketidakadilan manusia dengan kasih Allah yang terbesar untuk menghasilkan keselamatan.



Mungkin itu yang bisa kita lakukan sewaktu kita bertemu dengan ketidakadilan di dalam kehidupan kita hari ini. Tetap mengasihi, tetap memberi, supaya terjadi perubahan, pemulihan, penyadaran dan akhirnya keselamatan.  

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER