Markus 9:2-13 | Mendengarkan Atau Hanya Sekadar Mendengar? ~ Pdt. Gerry Atje

Markus 9:2-13 | Mendengarkan Atau Hanya Sekadar Mendengar?


Renungan Warta, 11 Februari 2018
Mendengarkan Atau Hanya Sekadar Mendengar?
Markus 9:2-13

Ada perbedaan besar antara kata ‘mendengar’ (hear) dan ‘mendengarkan’ (listen). Kata ‘mendengarkan – listen’ digunakan untuk menggambarkan saat kita benar-benar menyimak sebuah suara dengan penuh perhatian. Sedangkan kata ‘mendengar – hear’ digunakan saat kita mendengar suara bukan karena kita ingin mendengarkan suara itu, melainkan kita mau tak mau memang harus mendengarnya. Persoalan memilih untuk memutuskan ‘mendengarkan’ atau hanya sekadar ‘mendengar’ selalu terjadi dalam keseharian kita.

Dalam ayat 7 dalam perikop kita hari ini tertulis: “Inilah Anak-Ku yang Ku kasihi, dengarkanlah (Yunani: akouete) Dia”. Dalam terjemahan Inggris, beberapa terjemahan memilih kata ‘hear’ (misal: King James Bible) dan beberapa lainnya memilih kata ‘listen’ (misal: NIV, NLT, ISV, dll) untuk kata Yunani: akouete. Menarik untuk kita ketahui bahwa kata akouete memiliki kata kerja dasar akouo, kata yang dari situ kita mengenal kata akustik (acoustics, suatu ilmu Fisika tentang getaran suara). Dan persoalan yang terjadi masih tetap sama: banyak orang yang bergumul dengan pilihan ‘hanya mendengar saja’ atau ‘benar-benar mendengarkan’ perkataan Yesus.

Dalam kehidupan berjemaat di Tangerang, saat ini kita memasuki masa di mana akan terjadi pergantian kepengurusan. Banyak orang yang ‘mendengarkan’ panggilan itu, namun tidak sedikit yang masih berhenti di tapal batas ‘hanya mendengar’ saja. Ayat 9-10 dalam perikop kita mungkin menjadi satu kejadian yang bisa kita pelajari bersama. Apa yang terjadi di sana? Para murid yang masih bingung (ayat 10) dengan maksud perkataan Yesus (ayat 9). Akan tetapi, di tengah kebingungan itu mereka masih saja “memegang (mendengarkan dan melakukan) pesan Yesus”.

Kadang, kita belum mengarti apa maksud Tuhan saat kali pertama Tuhan berkata-kata kepada kita melalui firman-Nya. Satu yang pasti, pengertian itu akan kita peroleh hanya jika kita mau “memegang (mendengarkan dan melakukan) perkataan-Nya”. (GA)

Keraguan adalah penundaan: Meragu akan apa yang dikatakan Tuhan tentang hidup kita berarti menunda pula berkat yang masih disediakan Tuhan untuk kita raih dalam hidup kita. (GA)
Previous
Next Post »