Pengkhotbah 9:1-12 | Hidup Ini Adalah Kesempatan - Pdt. Gerry Atje
hidup ini adalah kesempatan
... dan kemudian mereka menuju alam orang mati. ... Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, ... (Pengkhotbah 9:3,5)

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-sia kan waktu yang Tuhan b'ri
Hidup ini harus jadi berkat

Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Memandang kehidupan dari perspektif kematian maka terciptalah lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan". Lagu itu diciptakan oleh Pdt. Wilhelmus Latumahina ketika ia mengalami musibah dengan meninggalnya anak sulungnya pada 2004 karena kecelakaan lalu lintas. Dalam perenungannya ia menyadari betul bahwa ada tenggang waktu yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Artinya hidup ini ada batasnya.

Mati. Ujungnya semua orang akan mati. Namun yang tidak kita ketahui adalah kapan waktunya kematian datang menghampiri kita? Mari kita berandai-anda, dalam Perjanjian Lama, kita mengenal raja Hizkia yang umurnya diberitahu Tuhan tinggal 15 tahun lagi (II Raja-raja 20:6, Yesaya 38:5). Mari kita persingkat lagi, katakanlah suatu hari malaikat Tuhan datang kepada seseorang dan berkata bahwa umurnya tinggal 30 hari lagi ... Kira-kira, apa yang kita pikir akan dia lakukan sepanjang 30 hari terakhir hidupnya itu? Semakin sering ikut kebaktian-kebaktian? Semakin banyak waktu untuk keluarga? Bisa jadi demikian.

Membaca Pengkhotbah 9:7-10 sebagai seruan untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan selagi kita masih ada: makan dan minum, menikmati kehidupan di tengah keluarga dan mengerjakan apa yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan ... selagi kita ada. Semoga kita tidak juga melupakan bahwa inti kitab Pengkhotbah adalah segala sesuatu menjadi sia-sia jika hanya memandang kehidupan ini berakhir dalam kematian belaka tanpa mengisi kehidupan ini dengan takut akan Tuhan (Pengkhotbah 12:13) sampai akhir hayat hidup kita. Oleh sebab itu, mari kita mengisi kehidupan kita yang singkat ini dengan menjadi berkat, selagi kita masih ada.

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Pokok Diskusi
Dengan cara seperti apa sekarang ini kita mengisi kehidupan kita sehingga kita menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita?

Pengkhotbah 9:1-12 | Hidup Ini Adalah Kesempatan

hidup ini adalah kesempatan
... dan kemudian mereka menuju alam orang mati. ... Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, ... (Pengkhotbah 9:3,5)

Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-sia kan waktu yang Tuhan b'ri
Hidup ini harus jadi berkat

Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

Memandang kehidupan dari perspektif kematian maka terciptalah lagu "Hidup Ini Adalah Kesempatan". Lagu itu diciptakan oleh Pdt. Wilhelmus Latumahina ketika ia mengalami musibah dengan meninggalnya anak sulungnya pada 2004 karena kecelakaan lalu lintas. Dalam perenungannya ia menyadari betul bahwa ada tenggang waktu yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Artinya hidup ini ada batasnya.

Mati. Ujungnya semua orang akan mati. Namun yang tidak kita ketahui adalah kapan waktunya kematian datang menghampiri kita? Mari kita berandai-anda, dalam Perjanjian Lama, kita mengenal raja Hizkia yang umurnya diberitahu Tuhan tinggal 15 tahun lagi (II Raja-raja 20:6, Yesaya 38:5). Mari kita persingkat lagi, katakanlah suatu hari malaikat Tuhan datang kepada seseorang dan berkata bahwa umurnya tinggal 30 hari lagi ... Kira-kira, apa yang kita pikir akan dia lakukan sepanjang 30 hari terakhir hidupnya itu? Semakin sering ikut kebaktian-kebaktian? Semakin banyak waktu untuk keluarga? Bisa jadi demikian.

Membaca Pengkhotbah 9:7-10 sebagai seruan untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan selagi kita masih ada: makan dan minum, menikmati kehidupan di tengah keluarga dan mengerjakan apa yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan ... selagi kita ada. Semoga kita tidak juga melupakan bahwa inti kitab Pengkhotbah adalah segala sesuatu menjadi sia-sia jika hanya memandang kehidupan ini berakhir dalam kematian belaka tanpa mengisi kehidupan ini dengan takut akan Tuhan (Pengkhotbah 12:13) sampai akhir hayat hidup kita. Oleh sebab itu, mari kita mengisi kehidupan kita yang singkat ini dengan menjadi berkat, selagi kita masih ada.

Galatia 6:10
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Pokok Diskusi
Dengan cara seperti apa sekarang ini kita mengisi kehidupan kita sehingga kita menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER